Selain itu, kurkumin juga bisa mencegah sembelit, sebagai anti-aging, membantu meringankan efek samping setelah kemoterapi, hepatitis, membantu mencegah badai sitokin termasuk mengatasi dan menyembuhkan gejala COVID-19, bahkan antidiabetes.
Manfaat kurkumin sangat luar biasa, itulah mengapa zaman nenek moyang, hampir setiap gejala sakit diberi temulawak, alasannya di dalam temulawak itu ada kandungan paling berkhasiat.
Sayangnya, kandungan aktif yakni kurkumin tidak bisa diperoleh secara maksimal atau optimal dengan cara tradisional.
“Kurkumin dari temulawak ini tidak bisa hanya diambil secara tradisional dengan cara direbus atau diparut. Hanya bisa melalui proses ekstraksi dengan teknologi khusus untuk mendapatkan kurkumin yang ada di dalam temulawak. Jadi kalau kita hanya merebus, kadar kurkuminnya kecil sekali karena sifat kurkumin yang tidak larut air,” tambah Bambang.
(M Khaitaami/viva.co.id)









