kalimantanlive.com – Anda yang senang mengonsumsi jamu tradisional pasti sudah merasakan temulawak dan kunyit.
Tahukah Anda kurkumin, zat yang ada dalam temulawak atau kunyit memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.
Gangguan pada liver atau hati seringkali terabaikan karena biasanya gejalanya tidak dirasa hingga kerusakan sudah mencapai 80 persen.
Fungsi hati sudah menurun secara drastis dan perlu transplantasi hati jika terjadi gagal hati dan kerusakan secara permanen.
Karenanya, mencegah sejak dini sangat penting agar tak terjadi kerusakan hati yang lebih parah.
Meski banyak orang tidak merasakan gejala pada tahap awal, namun ketika kondisi mulai parah Anda bisa mengenalinya melalui tanda-tanda seperti; mudah lelah, lesu, perut membengkak, mudah memar dan berdarah, kulit mengalami gatal, kadang-kadang kulit dan mata menguning.
Jika beberapa tanda tersebut telah Anda kenali, segeralah menjumpai dokter untuk berkonsultasi, terlebih jika termasuk dalam golongan berisiko tinggi seperti memiliki riwayat hepatitis B, kecanduan alkohol, menderita diabetes tipe 2, atau obesitas.
Meski demikian, sebelum gejala mulai muncul, ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.
Salah satunya adalah dengan mengonsumsi zat aktif yang ada di dalam temulawak yaitu kurkumin.
“Kurkumin adalah salah satu bahan aktif dalam temulawak, yang memiliki banyak manfaat yang sudah teruji klinis dan terbukti dalam sejumlah penelitian dan jurnal ilmiah, yang utama untuk liver, menurunkan kadar lemak darah, antiinflamasi, antikanker, dan kandungan antioksidan nya jauh lebih tinggi dibanding vitamin C dan vitamin E, selain itu, sebagian besar yang mengonsumsi rutin kurkumin, SGOT dan SGPT-nya hasilnya baik, bahkan dalam beberapa kasus penyakit berat seperti kanker, kurkumin ini berperan besar dalam proses menekan perkembangan sel kanker dan menjaga kondisi tetap fit setelah kemoterapi, sehingga tingkat kesembuhan tinggi,” kata Drs. Bambang Rijanto, Apt., Quality Manager dari PT. Helmigs Prima Sejahtera Indonesia dalam keterangan yang diterima VIVA.










