Teramati di seluruh wilayah Indonesia.
Gerhana Bulan sebagian teramati di Indonesia
Rahmat mengatakan, gerhana Bulan sebagian akan dapat diamati di Indonesia pada awal malam 19 November 2021.
Hal itu terjadi karena sebagian besar piringan Bulan memasuki umbra (bayangan utama) Bumi dan sebagian kecilnya berada di penumbra (bayangan pengiring) Bumi.
Adapun fase puncak gerhananya, yang terjadi pada pukul 09.02 UT (16.02 WIB), hingga gerhana selesai, hanya dapat disaksikan di wilayah Papua dan sebagian besar Papua Barat.
Pengamat di wilayah Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Bali, sebagian besar Jawa bagian timur, dan sebagian Bangka Belitung bagian timur dapat mengamati proses gerhana sebagian pasca-puncak gerhana dari Bulan terbit hingga gerhana selesai.
Sementara itu, pengamat yang ada di Jawa bagian barat, termasuk di Jakarta, dan Sumatera hanya dapat mengamati fase gerhana penumbra pasca-puncak gerhana dari sejak Bulan terbit hingga gerhana berakhir.
“Ini karena fase gerhana sebagiannya selesai pada pukul 10.47 UT (17.47 WIB). Proses gerhana sendiri akan berakhir pada pukul 12.05 UT (19.05 WIB),” terang Rahmat.
Wilayah pengamatan Gerhana Bulan Sebagian
Visibilitas fase parsialitas gerhana yang terlama di wilayah Indonesia akan terjadi di Waris, Papua.
Waktunya adalah selama 2 jam 21 menit 13 detik, yang terjadi sejak Bulan terbit di Waris pada pukul 17.26 WIT hingga Gerhana Sebagian selesai pada pukul 19.47 WIT.
Sementara itu, kata Rahmat, di wilayah lain durasinya akan lebih pendek.
Pengamat yang berada di Jawa bagian barat, termasuk di Jakarta dan Sumatera, tidak akan dapat mengamati fase parsialitas ini.
Hal itu mengingat fase gerhana sebagiannya sudah selesai pada pukul 10.47 UT (17.47 WIB), sementara Bulannya belum terbit.










