KALIMANTANLIVE.COM – Gara-gara anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Zain An-Najah ditangkap Densus 88 Antiteror Polri dugaan terlibat tindakan terorisme pada Selasa (16/11/2021). MUI mendapat tuntutan sejumlah orang agar dibubarkan.
Padahal MUI sudah membuat pernyataan resmi terkait ditangkapnya Ahmad Zain An-Najah tersebut.
MUI menyatakan bahwa dugaan keterlibatan Zain An-Najah dengan tindak pidana terorisme bersifat pribadi dan tidak ada kaitannya dengan lembaga MUI.
MUI juga telah menonaktifkan Zain An-Najah sebagai pengurus hingga ada kejelasan berupa keputusan hukum yang berkekuatan tetap.
Namun tidak semua orang menginginkan MUI dibubarkan, sejumlah pihak pun merespons dengan menolak tuntutan tersebut.
# Baca Juga :Covid-19 Eropa Makin Parah: Austria Lockdown, Jerman Persempit Ruang Bagi Warganya yang Tak Divaksin
# Baca Juga :VIRAL Pria di India Melaporkan Kerbaunya ke Polisi, Gegara Menolak Diperah Susunya, Edan!
# Baca Juga :Tanpa Roda Kemudi dan Pedal, Mobil Listrik Apple Diperkirakan Meluncur 2025
# Baca Juga :5 Siswa SMK Penerbangan Batam Dirantai di Leher Lalu Disiksa Selama 2 Tahun, Polisi Sita Barang Bukti Ini
Tak kurang dari Wakil Menteri Agama hingga Staf Khusus Presiden Joko Widodo menyebut keberadaan MUI masih dibutuhkan dan tidak bisa dibubarkan begitu saja.
Berikut ini adalah rangkuman pihak-pihak yang menyuarakan penolakan tuntutan dibubarkannya MUI:
1. Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menilai adanya tuntutan bubarkan MUI dari sekelompok orang merupakan sesuatu yang berlebihan.
Ia mengatakan, tuduhan bahwa MUI terpapar terorisme sangat tidak berdasar. Pasalnya, kata dia, MUI telah menetapkan fatwa Nomor 3 Tahun 2004 tentang terorisme.
Fatwa tersebut menyatakan bahwa terorisme adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban yang menimbulkan ancaman serius terhadap kedaulatan negara dan hukumnya adalah haram.
“Adanya tuntutan sekelompok orang yang ingin membubarkan MUI, saya kira hal itu terlalu berlebihan. Ibarat rumah ada tikusnya, masak rumahnya mau dibakar,” ujar Zainut, dikutip dari siaran pers, Jumat (19/11/2021).










