Warga Sebut Air Dua Warna Tiap Tahun Redam Desa Labuhan Tabu Kabupaten Banjar

MARTAPURA, KALIMANTANLIVE.COM – Video dahsyatnya musibah banjir yang dialami kawannya di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), membuat Kepala Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Ahmad Zaini prihatin.

Video itu dipasangnya di status WhatsApp ditambah tulisan bernada doa agar musibah banjir yang dialami kawannya membuat sabar dan Introspeksi.

Pembakal Zaini panggilan akrabnya mengaku ingatan musibah banjir yang pernah dialami warganya di awal 2021 lalu masih membekas ketika melihat video kiriman temannya di Kabupaten HST.

“Pemerintah Desa Pingaran Ilir sudah membuat anggaran kebencanaan di dalam APBDesa. Cuma bentuk kegiatan dan alokasi dana tak bisa disebutkan sekarang karena masih dibahas,” ujarnya.

# Baca Juga :Sempat Tergenang Air Selokan, Begini Kondisi Ruang Tunggu Rawat Jalan RSUD Ratu Zalecha Martapura Kabupaten Banjar

# Baca Juga :Bupati Saidi Mansyur Laporkan Progres Vaksinasi Bergerak di Kabupaten Banjar ke Paman Birin

# Baca Juga :Perampokan Bos Emas Kabupaten Banjar: Korban Disekap, Diseret & Dibacok, Kakak KKN Tolong!

# Baca Juga :GEGER! Pria di Kabupaten Banjar Ngamuk Bawa Sajam, Akibatnya 1 Tewas 2 Terluka, Motifnya?

Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar sebutnya langganan kebanjiran karena menerima limpahan air dari Kecamatan Pengaron dan Kecamatan Aranio.

Mursidah, Ketua Kelompok Wanita Tani Harum Bunga di Desa Labuhan Tabu, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, membenarkan.

Desa Labuhan Tabu setiap tahun, diakui Acil Imur selalu terendam banjir.

Airnya pun dua warna, kuning dan jernih.

Jika warna kuning itu dari kiriman air Sungai Pengaron dan jika jernih air kiriman dari Sungai Karang Intan.

Menurutnya, musibah banjir yang memaksanya mengungsi saat awal tahun 2021 lalu.

Tanaman bunga melati, mawar dan kenanga yang siap panen rusak dan mati karena terendam banjir berhari-hari.

“Saya berdoa mudahan tidak banjir seperti awal tahun. Memang Desa Labuhan Tabu setiap tahun banjir, cuma tidak membuat kami mengungsi,” katanya.

editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com