Usai menyelamatkan lansia itu, dia juga sempat mengamankan motornya yang terparkir di depan rumah.
“Semua habis terbakar, bahkan warung saya juga ikut terbakar semuanya,” jelas Rantia.
Menurut dia, saat terjadi ledakan lalu disusul kobaran api, pengontrak rumah yang dijadikan gudang penyimpanan sedang melakukan bongkar muat BBM di halaman samping.
“Tiba-tiba ada ledakan lalu api itu,” ucap Rantia yang mengaku mengalami kerugian puluhan juta akibat kejadian itu.
Penghuni Rumah Penyimpanan BBM Kabur
Kebakaran di Palangkaraya tepatnya di kawasan Jalan Banteng Ujung, Minggu (21/11/2021) diduga berkaitan dengan aksi penimbunan bahan bakar minyak (BBM).
Berdasar penuturan warga setempat, api diduga berasal dari samping rumah yang dijadikan gudang penyimpanan BBM.
Sebelumnya, pada 13 Oktober 2021 lalu, juga terjadi kebakaran mobil pick up bermuatan BBM di Jalan Willem AS.
Pada kebakaran itu, sang sopir sempat kabur.
Demikian pula yang terjadi di kebakaran Jalan Banteng Ujung, Minggu malam.
Menurut para warga, penghuni rumah kontrakan yang dijadikan gudang penyimpanan BBM juga kabur menggunakan mobil dan sepeda motor
“Menurut saksi yang berada di dekat lokasi kebakaran, api bermula dari rumah yang diduga pelangsir BBM,” ungkap Komandan Rescue Damkar Kota Palangkaraya, Sucipto.
Sementara penghuni salah satu rumah yang terbakar, Rantia mengungkapkan, sebelum terjadi kebakaran, ada aktivitas bongkar rumah di halaman samping rumah yang dijadikan gudang BBM itu.
Tiba-tiba terdengar suara ledakan disusul kobaran api besar yang membakar mobil pick up di depan rumah gudang serta dua rumah kontrakan.







