“Interpretasi sementara, fungsinya untuk tempat pemujaan. Struktur candi ini mengarah ke tempat pemujaan ajaran Siwa,” kata Vidi kepada Kompas.com, Minggu (22/11/2021).

Fragmen keramik China Dinasti Song dan Yuan
Dia menyebutkan, selain dua arca dan batu Yoni, tim ekskavasi juga menemukan fragmen keramik dari China pada masa Dinasti Song dan Yuan.
Menurut Vidi, penemuan fragmen keramik dan sejumlah mata uang, menggambarkan bahwa tempat pemujaan itu dulunya cukup intens digunakan.
Selama ekskavasi, ungkap dia, ditemukan mata uang hhina, mata uang dari Belanda, serta mata uang Sen.
Minim data pendukung
Vidi menjelaskan, pihaknya masih belum bisa menentukan interpretasi utuh terhadap Candi Hindu yang ditemukan di Situs Pandegong.
Pihaknya masih kesulitan merumuskan interpretasi utuh karena minimnya data pendukung, serta belum ditemukannya naskah ataupun prasasti.
“Data-data lain terkait tulisan, prasasti, atau data yang sifatnya toponik, sejauh ini belum kita dapatkan,” ujar dia
Demikian pula dengan interpretasi terhadap masa pembangunan Candi yang masih memerlukan kajian lanjutan dengan dukungan data yang cukup.
“Untuk pembabakan zaman kita belum bisa berbicara lebih jauh, ini masih kita dalami,” kata Vidi.







