Roy mengatakan, strategi pemenuham MIM tersebut telah disosialisasikan dengan mengundang direktur dari Kemendagri untuk memberikan pemahaman keseluruh kepala daerah baik wali kota dan bupati di Kalsel.
“Mudah-mudahan target modal inti 2024 Bank Kalsel ini terpenuhi,” harapnya.
Sebab, lanjut Roy, jika modal inti minimum Bank Kalsel ini tidak dapat dipenuhi, maka Bank Kalsel berpotensi turun menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR). “Ini sangat tidak diinginkan,” tegasnya.
BACA JUGA:
Bank Kalsel dan Jamkrida Kalsel Teken Kerjasama Penjaminan KPR, Dukung Penyediaan Rumah Bagi MBR
Dilansir dari Moneter.id, sebelum bergabung dengan Bank Jateng, Hanawijaya pernah menjabat Direktur Pembiayaan Mikro-Kecil Bank Mandiri Syariah.
Di Bank Jateng Hanawijaya awalnya sebagai Direktur Operasional pada 2016. Tiga tahun kemudian, tepatnya Januari 2018, Hana diangkat menjadi Direktur Bisnis Ritel & Unit Usaha Syariah Bank Jateng periode 2018 – 2021
Hanawijaya merupakan lulusan S1 Agrobisnis IPB dan S2 Internasional Bisnis Manajemen Prasetya Mulia.
Jika jadi dilantik di Bank Kalsel, Hanawijaya akan menempati posisi direktur utama pasca dinggalkan Agus Sabaruddin yang bergabung ke Bank Banten.
Penulis : Eep
Editor : Elpian







