JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kasus pelecehan seksual dosen kepada mahasiswi di Universitas Sriwijaya (Unsri) menemukan fakta baru.
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sriwijaya (BEM) Unsri kembali menerima laporan dari dua mahasiswa yang mendapat pelecehan seksual dari dosen yang sama.
Presiden BEM Unsri Dwiky Sandy mengatakan, sebelumnya pihaknya juga telah menerima satu laporan sehingga total sudah ada tiga orang yang melakukan pelaporan karena dilecehkan oleh satu dosen yang sama.
“Pada Jumat 6 November 2021, BEM KM Unsri kembali menerima laporan dari 2 mahasiswi, sebelumnya sudah ada 1 dugaan kasus,” kata Dwiky, Selasa (23/11).
Dwiky berkata, setelah menerima laporan itu pihaknya langsung menemui dan mendengarkan keterangan para korban, Sabtu (7/11) lalu.
Kemudian, pada Rabu (11/11), BEM mengajukan audiensi ke fakultas terkait.
# Baca Juga :Balita Jadi Korban Kekerasan Calon Ayah Tiri, Disundut Rokok hingga Disiram Air Panas di Sekujur Tubuh
# Baca Juga :Mahasiswi Universitas Riau Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Mulai Incar Dekan FISIP
# Baca Juga :Lapor Jadi Korban Pelecehan Seksual, Mahasiswi Universitas Riau Malah Diejek dan Diancam Pihak Jurusan
# Baca Juga :Sempat Menghilang 3 Minggu, Mantan Petenis No 1 Dunia Asal China Peng Shuai Akhirnya Muncul Via Video
Surat permohonan audiensi itu untuk meminta kejelasan dari laporan yang pertama.
Sebab, fakultas belum juga menanggapi laporan dari korban pertama.
“BEM KM Unsri langsung mengajukan surat audiensi yang ke-3 untuk membahas proses penanganan dugaan kasus di fakultas pertama sekaligus memberikan laporan baru mengenai dugaan kasus di fakultas kedua,” ujarnya.
Lebih lanjut, pada Jumat (13/11/2021) BEM Unsri mengumpulkan bukti tambahan guna memperkuat bukti yang sudah ada.
Namun, sampai bukti-bukti terkumpul, pihak fakultas belum juga merespons.
Dwiky mengatakan, BEM lantas mengirimkan laporan kronologi beserta bukti-bukti tersebut langsung ke WhatsApp rektor dan jajarannya.







