STOCKHOLM, KALIMANTANLIVE.COM – Baru beberapa jam terpilih, Perdana Menteri terpilih Swedia, Magdalena Andersson, pada Rabu (24/11/2021) mengajukan pengunduran diri.
Terungkap penyebab mundurnya PM baru Swedia ini ternyata karena pengajuan dananya tidak disetujui.
Bukan itu saja, Magdalena mengundurkan diri lantaran Partai Hijau junior meninggalkan pemerintahan koalisi.
“Ada praktik konstitusional bahwa pemerintah koalisi harus mengundurkan diri ketika satu partai mundur,” kata Andersson, politisi Sosial Demokrat, mengatakan kepada wartawan.
# Baca Juga :REKAP dan Hasil Merah Putih di Indonesia Open 2021 – Fajar/Rian & 7 Wakil Tuan Rumah Melaju ke 16 Besar
# Baca Juga :USAI Tangkap Bupati HSU, KPK Segel Apotek Bharata Amuntai, Usaha Milik Tersangka H Abdul Wahid
# Baca Juga :Ketahuan Selundupkan Serial Squid Game di Korea Utara, Seorang Laki-laki Dihukum Mati
# Baca Juga :Mau Cuci Darah ke RS Buntok, Pasutri Tewas Diterjang Banjir di Kalteng, Evakuasi Pakai 2 Alat Berat
“Saya tidak ingin memimpin pemerintahan yang legitimasinya akan dipertanyakan,” lanjutnya dikutip dari AFP.
Magdalena Andersson pun berharap, dirinya terpilih kembali ke posisi itu segera sebagai kepala pemerintahan minoritas yang hanya terdiri dari Sosial Demokrat.
Dalam rangkaian gejolak politik Swedia, Magdalena Andersson menjadi perempuan pertama yang terpilih menjabat perdana menteri setelah mencapai kesepakatan dengan Partai Kiri di menit-menit akhir.
Akan tetapi, Partai Tengah yang kecil kemudian menarik dukungannya untuk anggaran Andersson, karena konsesi yang dibuat ke Kiri, sehingga dukungan untuk alokasi dananya tidak mencukupi untuk disahkan di parlemen.








