JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Fakta terbaru cekcok Arteria Dahlan dan ibunya dengan seorang perempuan muda di Bandara Soekarno Hatta terungkap.
Perempuan yang belakangan diketahui bernama Anggiat Pasaribu dan disebut-sebut istri anggota BIN Brigjen Mohammad Zamroni, ternyata berbohong dan bukan anak jenderal bintang tiga.
Anggiat Pasaribu ternyata hanya istri seorang perwira pertama berpangkat Lettu, bernama Lettu Bayu.
Sedangkan Brigjen Mohammad Zamroni, mantan Dandim 0501/BS, juga bukan suaminya. Dia adalah kakak sepupu Anggiat Pasaribu.
Sementara itu, seiring viralnya kasus ini, Anggiat Pasaribu yang akrab disapa Rindu akhirnya mencabut laporannya kepada Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, di Polres Bandara Soekarno Hatta, Senin (22/11/2021).
# Baca Juga :FAKTA Wanita Muda vs Ibunda Arteria Dahlan, dari Istri Brigjen TNI Zamroni hingga Panglima TNI Angkat Bicara
# Baca Juga :FAKTA Ibunda Arteria Dahlan vs Anak Jenderal Bintang 3, Dijemput Mobil Dinas TNI hingga Lapor Polisi
# Baca Juga :Temuan Mayat Tanpa Kepala di Sampit, Jenis Kelamin Laki-laki, Polisi Sebut Identitas Korban Masih Misterius
# Baca Juga :KUMPULAN 14 Puisi tentang Guru untuk Hari Guru Nasional 25 November 2021, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia
Perempuan itu pun untuk pertama kalinya tampil di salah satu stasiun TV swasta dan diwawancara. Namun belum selesai wawancara, dia malah pingsan.
Sebelum jatuh pingsan, Anggiat mengaku khilaf atas perbuatannya kepada ibunda Arteria Dahlan.
Ia meminta maaf kepada keluarga Arteria Dahlan atas tindakannya beberapa waktu lalu.
“Saya mencabut laporan, saya mengaku khilaf melakukan tindakan tersebut jadi gaduh jadi ramai dan yang diberitakan tidak semuanya begitu,” ucap Anggiat, dikutip dari tayangan YouTube Metro TV News, Rabu (24/11/2021).
Anggiat menyebut dirinya tak ingin memperpanjang masalah perseteruannya dengan Arteria.
Dia hanya ingin meminta maaf atas kesalahahnya sempat memaki ibunda Arteria.
Sebelum pingsan, Anggiat sempat mengeluhkan rasa sakit kepala imbas dari masalah yang ia hadapi ini.
“Saya minta tolong minta maaf kepada keluarga bapak Arteria khusunya ibundanya. Hanya itu aja. Saya minta tolong ke depannya saya jangan diplintir atau gimana. Saya enggak kuat.”







