BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Buruh yang berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kalsel tak mau membubarkan diri sebelum bertemu Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor.
Aksi demo buruh kembali berlangsung depan kantor DPRD Kalsel, Kamis (25/11/2021).
Para buruh ingin Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin itu untuk merevisi kenaikan UMP 1,01 persen yang telah diteken 19 November 2021 tadi.
“Kami tak mau bubar sebelum Paman Birin menemui. Kami tak percaya lagi dengan DPRD hanya menampung aspirasi. Makanya kami ingin Gubernur yang datang ke sini,” teriak Koordinator Aksi, Sumarlan.
# Baca Juga :Beberapa Jam Terpilih, PM Swedia Magdalena Andersson Langsung Mundur, Terungkap Penyebabnya
# Baca Juga :Dicurangi Ayah Vanessa Angel, Ayah Bibi Andriansyah Sebut Uang Asuransi Rp 500 Juta Dibilang Rp 30 Juta
# Baca Juga :Oknum Satpol PP Pelaku KDRT Melawan Saat Ditangkap, Ayunkan Senjata Namun Polisi Ini Berhasil Melumpuhkan
Mereka menganggap Paman Birin lupa dengan prinsip otonomi daerah yang harusnya memperhatikan aspirasi masyarakat sebelum mengambil keputusan.
“Gubernur kita lalai, saat ini tidak mementingkan kepentingan rakyat tapi hanya ikut mengikuti apa yang diputus oleh pusat,” teriaknya.
Protes buruh disebabkan oleh kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang naik 1,01 persen. Bagi buruh Surat Keputusan itu harus dianulir karena dianggap tak sesuai.
“Mestinya DPRD itu harus memperjuangkan, tapi buktinya mereka tak bisa memperjuangkan,” katanya. Menurut mereka dengan meningkatnya ekonomi, upah buruh mestinya ikut naik.







