Seluas 984,8 Hektare Lahan Pertanian Terendam Banjir di Kalteng, Paling Banyak di Barito Selatan

PALANGKARAYA, KALIMANTANLIVE.COM – Banjir yang melanda Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng)  ternyata berdampak kesejumlah sektor penting, diantaranya lahan pertanian.

Seperti dikatakan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kalimantan Tengah Sunarti, ada sekitar 984,8 hektare lahan pertanian yang terendam banjir.

“Perdata tanggal 26 November 2021, luasan Lahan Pertanian terdampak Banjir di Kalteng di wilayah banjir,” ujarnya, Jumat (26/11/2021).

Sunarti mengatakan, Lahan Pertanian yang terdampak Banjir di Kalteng yaitu dengan jenis tanaman padi, jagung, ubi kayu dan ubi jalar.

# Baca Juga :Mensos Tri Rismaharini Gelar Rapat Darurat Membahas Banjir di Kalteng, Tentukan Titik Lumbung Sosial

# Baca Juga :Mau Cuci Darah ke RS Buntok, Pasutri Tewas Diterjang Banjir di Kalteng, Evakuasi Pakai 2 Alat Berat

# Baca Juga :Banjir Bukit Rawi Kalteng Mulai Surut, Pengendara Harus Waspada Kerusakan Jalan Akibat Tergerus Air

# Baca Juga :Bencana Banjir di Kota Palangkaraya, Anggota DPRD Minta Pengungsi Dipenampungan Taat Prokes

Dijelaskan Sunarti, berdasarkan laporan data yang diterima di seluruh wilayah di Kalimantan Tengah, contohnya untuk Lahan Pertanian Pulang Pisau seluas 206,5 hektare yang terendam air.

Sedangkan untuk Lahan Pertanian di Barito Selatan seluas 369.3 hektare, untuk Kapuas lahan yang terendam seluas 54,1 hektare, Barito Utara 6 hektare.

Untuk Katingan Lahan Pertanian yang terendam seluas 273,6 hektare, Sukamara seluas 20 hektare, Seruyan seluas 7,5 hektare, Kotawaringin Timur seluas 10 hektare, Barito Timur seluas 17,5 hektare.

“Sedangkan untuk Kota Palangkaraya hanya 20,3 hektare saja untuk jenis tanaman padi dan jagung,” ujar Sunarti.

Selain itu, sampai saat ini pihaknya terus mendata lahan-lahan pertanian yang terdampak Banjir di Kalteng.

Sebab ada kriteria atau parameter tanaman itu dikatakan rusak atau mengalami gagal panen.

“Seperti umur tanaman, berapa luasan yang terdampak, apakah bisa diselamatkan apa tidaknya,” ungkapnya.

Tambah Sunarti, jika dilihat dari Banjir di Kalteng untuk sektor pertanian jelas petani merugi, karena Lahan Pertanian rusak bahkan gagal panen.

editor : NMD
sumber : kalteng.tribunnews.com