KALIMANTANLIVE.COM – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan Omicron menjadi variant of concern (VOC).
Muncul varian baru dari virus Covid-19 B.1.1.529 atau Omicron disebut-sebut berasal dari Afrika.
Varian baru ini lebih mengkhawatirkan dan sekarang lagi menjadi pusat perhatian dunia.
Epidemiolog Indonesia dari Griffith University, Dicky Budiman menyebut omicron menjadi varian baru yang langsung ditetapkan jadi variant of concern.
# Baca Juga :Virus Corona Omicron Menyebar di Afrika Selatan, Dokter Menyebut Penderita Tak Sakit Parah Hanya Lelah Luar Biasa
# Baca Juga :Antisipasi Penularan Covid Omicron, Indonesia Tolak Kedatangan WNA dari Delapan Negara Afrika
# Baca Juga :Cegah Penyebaran Varian Corona Omicron, Thailand Tutup Pintu Kedatangan untuk Warga dari Delapan Negara Afrika
# Baca Juga :Akibat Serangan Omicron, AS, Brasil hingga Arab Saudi Ikut Tutup Pintu untuk Warga Afrika Selatan
Padahal, biasanya setiap varian baru akan melalui tahap variant under investigation ataupun interest.
Berarti bisa dikatakan varian baru ini sudah memenuhi 3 kriteria yang dikhawatirkan.
“Ini kalau bicara variant of concern, berarti ada antara 3 kriteria terpenuhi, bahwa kemungkinan kecepetannya, keparahannya, termasuk dia bisa merubah atau bisa menurunkan efikasi ataupun treatment vaksinasi. Ini artinya tanda yang sangat serius,” kata Dicky, Minggu (28/11/2021).
Dari data epidemiolog, kata Dicky, Omicron bisa meningkatkan tingkat positivity rate dalam kurun waktu 3 minggu.
Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman. (dok pribadi)
Bahkan dalam kurun 2 minggu, varian baru Covid-19 ini bisa mendominasi transmisi kasus 75 persen di tengah kasus varian Delta.
Sehingga diprediksi tingkat kecepatan penularan Omicron ini bisa 500 persen lebih cepat dibanding virus Covid-19 awal, yang berasal dari Wuhan.
“Yang kita ketahui Delta 100 persen lebih cepat menular dari varian di Wuhan, Itu sebabnya hitungan dari beberapa epidemiolog, termasuk saya berdiskusi.”







