3 Hari Air PDAM Barabai HST Macet Total, Air Bersih Menipis dan untuk MCK Terpaksa Pakai Air Banjir

BARABAI, KALIMANTANLIVE.COM – Sejak Minggu (28/11/2021) kemarin, banjir merendam sekitar 90 persen tempat di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Dampaknya, warga Kota Apam sebutan untuk Kota Barabai kesulitan air bersih karena terhentinya distribusi air PDAM.

Pelayanan distribusi air bersih PDAM di Kota Barabai hingga Selasa (30/11/2021) terhenti total.

Bahkan untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK) terpaksa menggunakan air banjir di sekitar rumah.

Sedangkan untuk kebutuhan minum, menghemat persediaan air bersih yang ditampung sebelum banjir.

# Baca Juga :FAKTA-Fakta Seputar Banjir di HST, Stadion Murakata Jadi Kantor Bupati, ASN Tak Libur hingga Kota Barabai Masih Terisolasi

# Baca Juga :Genangan Air di Kota Barabai Bakal Lebih Lama, BPBD Kabupaten HST Ingatkan Warga Dampak La Nina

# Baca Juga :Café Lion di Barabai HST Kembali Dapat Teguran Keras, Gara-gara Sediakan Permainan Ini

# Baca Juga :GAWAT! Silet hingga Batu Ditemukan di Rutan Barabai, Petugas Gabungan Periksa Tiap Blok

“Sekarang persediaan air bersih sudah menipis. Semoga air cepat surut biar PDAM HST bisa operasional lagi,”ungkap Husni wargaJalan Surapati Barabai.

Sebagian wilayah di kota Barabai sendiri hari ini ketinggian air mulai menyusut. Warga pun memanfaatkan air banjir yang tersisa di teras rumah untuk bersih bersih di dalam rumah.

Sejumlah ruas jalan juga sudah bisa dilewati. Seperti akses ke Pajukungan yang merupakan jalan nasional.

Namun,untuk warga yang tinggal di pengungsian sebagian masih bertahan karena rumah mereka di bantaran sungai masih terendam.

“Empat kali banjir,empat kali juga rumah kemasukan air. Rasanya sangat melelahkan karena bersih-bersih lagi ,”kata Hermi,warga Jalan Muntiraya Barabai.

editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com