Bank Indonesia Gelar Festival ANTASARI di Banjarmasin, Dorong Pembentukan Ekosistem Digital di Kalsel

Amanlison juga mengungkapkan berbagai kerjasama dengan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP), Pemerintah Daerah, dan lembaga terkait terus dilakukan guna mewujudkan keuangan yang inklusif, serta meningkatkan integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional.

Inovasi pembayaran digital melalui scan QR code atau QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) terus digalakkan untuk menjangkau penetrasi pasar dan akseptansi masyarakat dalam bertransaksi ritel.

“Perkembangan merchant QRIS meningkat signifikan dengan Kalsel menduduki top 10 Provinsi dalam persentase pencapaian QRIS terbanyak,” bebernya.

BACA JUGA:
Bos Bank Jago Masuk 10 Besar, Ini Daftar Terbaru Orang Terkaya di Indonesia versi Forbes

Kerja sama dengan Kementerian Perdagangan melalui Program Pasar dan Pusat Perbelanjaan SIAP (Sehat, Inovatif dan Aman Pakai) QRIS menjadi momentum dalam memasuki era new normal.

Program ini akan terus diperluas sebagai solusi pembayaran nirsentuh dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional. Sampai dengan 19 November 2021, merchant QRIS di Kalsel tercatat telah mencapai 162 ribu merchant.

Bank Indonesia Kalimantan Selatan gelar Festival ANTASARI di Banjarmasin, Senin (29112021). Pengukuhan TP2D. (Kalimantanlive.com Rizal)

Pengembangan QRIS cross border atau antarnegara dengan Thailand melalui peluncuran SNAP (Standar Nasional Open API Pembayaran) dapat menjadi tonggak baru dalam memfasilitasi aktivitas masyarakat, terutama bagi wisatawan kedua negara.
Ke depan akan semakin banyak kerja sama antar negara seperti ini, yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Kalimantan Selatan.

Sementara Sekretaris daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan pembentukan tim TAP2DD bakal memperbaiki sistem keuang daerah.

“Untuk memperbaiki sistem keuangan pemerintah di Kalsel, di harapan dapat lebih efisien, transparans, serta akuntabel dan akhirnya dapat meningkatkan PAD,” kata Roy.