BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Dorong pembentukan ekosistem digital, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar serimoni opening Festival ANTASARI atau Akselerasi dan Transformasi Ekonomi Digital Terkini, di Hotel Golden Tulip, Banjarmasin, Senin (29/11/2021).
“Berbicara lebih jauh mengenai digitalisasi, juga terjadi pada sektor pendapatan dan belanja Pemerintah, dimana Pemerintah menangkap peluang pola pergeseran masyarakat. Pemerintah diharapkan menjadi motor utama dalam mendorong pembentukan ekosistem digital di Indonesia, tak terkecuali di daerah,” kata Kepala Kantor BI Kalsel Amanlison Sembiring saat membuka Festival ANTASARI.
BACA JUGA:
Hanawijaya Calon Direktur Utama Bank Kalsel, Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar : Sudah Disetujui OJK
BACA JUGA:
Seluruh Bank di Indonesia Diproyeksi Jadi Bank Digital, Paling Lambat 10 Tahun Lagi
Dalam rangkaian itu BI juga mengukuhkan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 13 Kabupaten dan Kota di Kalsel.
Menurut Amanlison, jika berdasarkan pilot project Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di tahun 2019, dapat disimpulkan bahwa ETPD berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 11,1% (YOY) serta mendorong kemudahan usaha dan tata kelola pemerintahan.

Maka dari itu kata dia, pemerintah, yang diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Komunikasi dan Informatika, dan Menteri Dalam Negeri, serta Bank Indonesia bersepakat menandatangani Nota Kesepahaman Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETPD) pada 13 Februari 2020 dan menjadi dasar implementasi ETPD.
Hal ini ditegaskan dengan terbitnya Keppres No. 3 tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD) yang didalamnya tertulis pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di tingkat Provinsi dan Kota/Kabupaten dalam rangka implementasi ETPD.
“Perkembangan teknologi digital seperti saat ini haruslah diiringi dengan inovasi dan perluasan sejumlah kebijakan di bidang Sistem Pembayaran, salah satunya melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025,” ujarnya.









