Kepala BPBD HSU Sugeng Riyadi, mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan relawan di seluruh kecamatan dan melakukan pendataan warga yang terdampak banjir.
“Warga masih memilih untuk bertahan di rumah masing-masing. Jika ada yang terendam air cukup tinggi, mereka biasanya memilih untuk tinggal di rumah keluarga yang rumahnya terhindar dari banjir.
Jajarannya masih terus melakukan pendataan warga yang terdampak banjir.
Kemudian, berkoordinasi dengan kabupaten tetangga mengenai debit sungai yang ada di daerah mereka. Karena, akan berpengaruh terhadap debit air yang ada di wilayah Kabupaten HSU.
Sementara itu, penuturan Mamat, penjual buah yang biasanya mangkal di Jalan Empu jatmika, kemarin sore saat meninggalkan lokasi tempat cari rezeki, masih belum terendam.
Ternyata saat Rabu pagi, sekitar pukul 08.00 Wita, sudah menggenangi Jalan Empu jatmika setinggi lutut orang dewasa.
“Sangat cepat naik airnya, kemungkinan tadi malam. Karena kemarin, masih kering. Sedangkan pagi tadi, air setinggi lutut,” ujarnya.
Sepanjang yang jalan yang terendam, terlihat banyak kendaraan yang terparkir di pinggir jalan karena mogok . Terlebih untuk kendaraan roda dua manual.
Warga terus diminta untuk waspada dengan adanya kenaikan sungai. Karena, kenaikan debit sungai bukan hanya dari curah hujan yang tinggi, melainkan juga kiriman dari beberapa kabupaten tetangga.
editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com







