Janda yang Dicari Menghilang, Preman Kampung Tantang Warga Berkelahi, Akhirnya Tewas Dikeroyok

KALIMANTANLIVE.COM – Gara-gara menantang warga berkelahi, seorang preman kampung asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, bernama Uci Sanusi Pane (50), tewas dikeroyok.

Uci Sanusi nekat menantang warga berkelahi setelah mengetahui wanita yang dicarinya berinisial S (45), yang merupakan seorang janda tak ada di rumah.

Ia menuding warga sengaja menyembunyikannya.

Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Cikalong, Tasikmalata, Jabar, Selasa (30/11/2021) dini hari.

# Baca Juga :Mau Cuci Darah ke RS Buntok, Pasutri Tewas Diterjang Banjir di Kalteng, Evakuasi Pakai 2 Alat Berat

# Baca Juga :Lionel Messi Raih Trofi Ballon d’Or 2021, Suara Sumbang Muncul, Matthaus: Lewandowski Lebih Layak

# Baca Juga :Anjlok Rp 5.000 Jadi Rp 925.000 per Gram, Ini Daftar Harga Emas Antam Hari Ini 1 Desember 2021

# Baca Juga :PREDIKSI Susunan Pemain Inter Milan vs Spezia Liga Italia Malam Ini, Calhanoglu Main, LIVE RCTI+

Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono mengatakan, kejadian berawal saat korban hendak mencari alamat rumah S di Desa Sindangjaya, Cikalong.

Karena tidak tahu alamat, sambungnya, Uci lantas diantar seorang pemuda setempat bernama Topa (33).

Namun, saat tiba di rumah S, wanita yang dicarinya tidak ada di rumah, Uci menuding warga telah menyembuyikannya. Korban yang kesal lantas mengamuk dan menganiaya Topa.

“Korban (Uci) mengira janda yang hendak dikunjunginya sengaja disembunyikan oleh warga, hingga dia sempat memukul Topa yang mengantarnya menggunakan balok kayu,” kata Rimsyahtono, Selasa.

Saat Uci menganiaya Topa, sambung Rimsyahtono, anggota hansip setempat bernama Mariunan (50) datang untuk melerai, namun ia juga dipukul oleh korban.

“Mariunan yang datang mencoba menenangkan pun tidak luput dari aksi pemukulan, hingga kendaraannya pun dirusak,” ungkapnya.

Bukan itu saja, korban juga berteriak-teriak dan membangungkan warga yang sedang istirahat serta menantang berkelahi.

Warga saat itu berusaha menenangkannya, namun korban berbalik marah, membentak bahkan hendak memukul warga yang mendekatinya.