Omicron Gagalkan Bulan Madu Pasangan Inggris di Afrika, Baru Tiba di Cape Town Malah Disuruh Balik Lagi

kalimantanlive.com – Niat bulan madu malah berakhir kegagalan bahkan kerugian finansial.

Pasangan dari Inggris harus merelakan uang sebesar 7 ribu poundsterling atau setara dengan Rp 133 juta, yang sudah mereka keluarkan untuk merencanakan bulan madu impian mereka.

Baru menginjakkan kaki di Bandara Cape Town, Afrika Selatan, untuk bulan madu, pengantin baru ini langsung diharuskan terbang kembali ke negaranya.

Dilansir The Sun, bukan hanya harus kembali ke Inggris, tapi mereka harus membayar 3.700 poundsterling (Rp 70 juta) untuk melakukan karantina selama 10 hari.

Pasangan malang bernama Cat dan Grant Norton ini baru diberi tahu bahwa negara yang mereka kunjungi ditambahkan ke daftar hitam, setelah sampai di Bandara Cape Town, Afrika Selatan.

Pasangan yang baru saja menikah pada bulan Juli lalu, memutuskan untuk berbulan madu ke Cape Town, karena mereka sekaligus akan mengunjungi keluarga sang suami, Grant, yang berasal dari kota tersebut.

BACA JUGA: Penjelasan Pimpinan Cabang BRI Yogyakarta Soal Lenyapnya Saldo Tabungan Rp 38,4 Juta Milik Nasabah

Lalu, baru saja mendarat di Bandara Cape Town, Afrika Selatan, mereka langsung menyalakan ponselnya.

Betapa kagetnya ketika mereka mendapatkan banyak pesan teks yang memberi tahu tentang status perjalanan ke negara tersebut.

“Kami menyalakan ponsel kami, ketika kami menemukan sejuta pesan di WhatsApp dari keluarga dan teman-teman yang mengatakan Afrika Selatan telah ditempatkan di daftar merah,” kata sang istri, Cat, seperti yang dikutip dari The Sun.

Cat pun mengeklaim bahwa mereka tidak mengetahui tentang perubahan pembatasan perjalanan tersebut.

Setelah mengetahui hal tersebut, ia langsung menuju ke tempat penjualan tiket internasional di Bandara Internasional Cape Town, dan diberi tahu kalau semua penerbangan ke Inggris dibatalkan sampai pemberitahuan selanjutnya.

BACA JUGA: Lagi Asyik Nikmati Sabu, Dua Pemuda Warga Kelua Dibekuk Satresnarkoba Polres Tabalong

“Begitu mendengar berita tersebut saya menangis, kami tidak punya rencana, kami berusaha untuk pulang, tetapi kami harus melakukan karantina di hotel. Pihak British Airways telah memberi tahu kami bahwa paling cepat bisa pulang ke Inggris pada tanggal 3 Desember 2021,” tambah Cat.

Karena munculnya COVID-19 varian Omicron yang berasal dari Afrika Selatan, Pemerintah Inggris langsung memasukkan Afrika Selatan ke dalam daftar merah perjalanan.

Setiap orang yang akan masuk ke Inggris dan berasal dari Afrika Selatan, diharuskan untuk karantina selama 10 hari.

(M Khaitami/kumparan)