JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Meskipun masa lalu bundanya Maia Estianty disebut Dul Jaelani sempat menderita dengan kehadiran Mulan Jameela, tapi dia tidak ingin terus memandang itu sebagai hal negatif.
Putra bungsu musisi Ahmad Dhani yang akrab disapa Dul ini bercerita reaksi bundanya, Maia Estianty saat dia meminta izin memanggil Mulan Jameela dengan sebutan Mami.
Terlebih ketika dia memiliki adik-adik dari hasil pernikahan ayahnya dengan Mulan Jameela.
“Gue itu kadang sedih kalau Fea atau Ali (tanya) ‘Kakak Dul dimana, Ali kangen,'” kata Dul dikutip dari YouTube Maia Al El Dul Tv.
“Setelah itu gue mikir-mikir gimanapun juga saat gue, kakak-kakaknya yang masih muda, yang sok tahu, yang b******n enggak ada di rumahnya, yang ngasuh mereka kan mami Mulan,” jelas Dul.
# Baca Juga :SADIS, Polisi AS Tembak Pencuri di Kursi Roda 9 Kali hingga Tewas Tersungkur, Video: Diberodong dari Belakang
# Baca Juga :Ponsel Galaxy A13 5G, Jadi Smartphone Termurah di Amerika Serikat
# Baca Juga :JELANG REUNI 212, Terjaring Hendak Ikut Pemuda di Ciputat Timur Sebut Panggilan Hati Mau ke Sana
# Baca Juga :Aset Milik Bupati HSU H Abdul Wahid Diduga Berbeda dari LHKPN, KPK Sebut Aset Terdaftar Rp 5,3 Miliar Lebih
Oleh karena itu, Dul mulai memberanikan dirinya memanggil Mulan dengan sebutan Mami.
“Sekarang gue mulai memberanikan memanggil tante Mulan ‘Mami’,” kata Dul.
Dia bersyukur bundanya, Maia Estianty memberikan izin untuk Dul memanggil Mulan dengan sebutan yang diinginkan Dul.
“Dan Alhamdulillah gue udah izin juga ke nyokap, ya udah boleh sih, Alhamdulillah,” ucap Dul.
Namun panggilan Mami terhadap Mulan itu belum final, karena dia belum memutuskan apa panggilan yang pas untuk Mulan.
“Gue sekarang memutuskan (panggil Mami), tapi gue belum diskusiin sama bokap apa panggilan yang pas, ya Insya Allah,” tutur Dul.
Sementara itu, sebagai anak broken home, Dul yang saat itu berbicara dengan dengan Azriel Hermansyah, mengatakan tak ingin menjadikan status sebagai anak broken home sebagai alasan untuk menyerah.
Justru dia ingin mengubah hal-hal negatif yang biasa disematkan pada anak-anak broken home berubah menjadi hal positif.







