Carpenter menjelaskan, “Untuk menembak, Anda harus meletakkan ibu jari Anda ke atas hammer, menekan hammer ke belakang, dan kemudian saat hammer benar-benar dikokang ke belakang, maka Anda menarik pelatuknya dan kemudian pistolnya menembak.”
“Jadi itu sangat penting karena senjata itu harus memiliki proses dua langkah untuk menembak.”
“Senjata itu harus dikokang dan pelatuknya ditarik untuk menembak.”
Ketika Baldwin ditanya oleh Stephanopoulos bagaimana peluru bisa masuk ke set film Rust, ia menjawab tidak tahu.
Aktor itu berkomentar, “Seseorang memasukkan peluru tajam ke pistol. Peluru yang bahkan tidak seharusnya ada di properti itu.”
Kronologi Penembakan Kru Film oleh Alec Baldwin
Diberitakan sebelumnya, insiden penembakan terjadi di lokasi syuting film di Peternakan Bonanza Creek, New Mexico, Kamis (21/10/2021).
Salah satu kru film, sinematografer bernama Halyna Hutchins, meninggal dunia.
Sementara korban lainnya, sutradara Joel Souza mengalami luka.
Alec Baldwin, aktor yang juga menjadi salah satu produser, adalah orang yang melepaskan tembakan.
Pistol tersebut digunakan sebagai properti syuting dan disangka tidak berisi peluru hidup.
Namun, bagaimana bisa pistol tersebut ternyata berisi peluru dan siapa yang bertanggung jawab?
Dilansir Vulture, ini kronologi serta fakta-fakta insiden penembakan tersebut.
Kronologi Kejadian
Kantor Sheriff Wilayah Santa Fe menerima laporan lewat telepon pada Kamis pukul 13:50 waktu setempat.
Dilaporkan terjadi penembakan di lokasi syuting, ungkap pernyataan polisi yang diberikan kepada Vulture.
Penyelidik kemudian mengkonfirmasi bahwa Alec Baldwin “melepaskan” tembakan di lokasi Peternakan Bonanza Creek, mengenai dua orang, yakni Hutchins dan Souza.
Kantor sheriff mengatakan kepada New York Times bahwa penembakan itu terjadi antara saat syuting atau latihan adegan.







