KALIMANTANLIVE.COM – Perusahaan SuperApp terbesar di Asia Tenggara, Grab Holdings melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di bursa saham Amerika Serikat (AS) sudah terendus sejak awal Januari 2021 lalu.
Ini berarti Grab mengembangkan sayap bisnisnya dengan masuk bursa saham di AS.
Dengan pengembangan ini, Grab dijadwalkan melantai di bursa saham AS, Nasdaq pada Kamis (2/12/2021) kemarin.
Saham Grab rencananya bakal diperdagangkan di bawah kode (ticker) “Grab”.
Kabar ini terungkap dari sebuah posting terbaru di situs resmi Nasdaq. Selain itu, pihak Grab juga mengirim undangan ke sejumlah media untuk menggelar seremoni IPO Grab pada Kamis (2/12/2021) malam.
# Baca Juga :JADWAL BWF World Tour Finals 2021, Laga Penentu 3 Wakil Indonesia, Marcus/Kevin, Greysia/Apriyani & Praveen/Melati
# Baca Juga :JELANG Piala AFF 2021, Laga Pertama Thailand Belum Diperkuat Messi Jay, Indonesia Tanpa Egy Maulana Vikri
# Baca Juga :Dikerjakan Tangal 18, 19 dan 20 Desember 2021, Begini Niat Puasa Ayyamul Bidh Jumadil Awal 1443 H
# Baca Juga :TANGIS Deddy Corbuzier dan Rieke Diah Tumpah, Anak Digilir Kaluarganya: Oh My God, This Is Broken, Oh My God
“Grab akan segera memasuki babak baru dalam sejarah bisnis kami dengan mewakili Asia Tenggara di panggung global, yaitu dengan melantainya Grab di bursa saham NASDAQ,” tulis Grab.
“Kami berharap dapat merayakan momen ini bersama mereka yang telah mendukung kami hingga hari ini, mulai dari Grabbers, mitra pengemudi juga mitra merchant,” lanjut Grab.
Merger dengan Altimeter direstui
Mulusnya perjalanan Grab melantai di bursa Nasdaq tak lepas dari aksi merger yang dilakukan Grab dengan Altimeter.
Sebelumnya, pada April 2021, Grab telah mengumumkan akan melakukan merger dengan Altimeter Capital Markets, sebuah perusahaan akuisisi bertujuan khusus/cek kosong (SPAC) yang berbasis di AS.
Kabar terbaru dari situs resmi Nasdaq, proses merger Grab-Altimeter tersebut telah rampung dilakukan.
Dilansir kompas.com, penggabungan bisnis Grab dan Altimeter telah direstui oleh pemegang saham Altimeter dalam rapat khusus yang diadakan pada 30 November 2021.
Karena itulah, saham Grab dijadwalkan bisa diperdagangkan di bursa Nasdaq pada 2 Desember 2021.
Menurut Nasdaq, merger Grab-Altimeter tersebut mendatangkan pendapatan kotor sebesar 4,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 64,5 triliun, kurs saat berita ini ditulis) untuk Grab.
Di samping itu, merger Grab-Altimeter juga mencetak nilai private investment in public equity (PIPE) sebesar 4 miliar dollar AS atau setara Rp 57,3 triliun.
Investasi itu berasal dari investor seperti Tamasek, BlackRock, Counterpoint Global (Morgan Stanley Investment Management), Fidelity International, Janus Henderson Investors, dan masih banyak lainnya.
Sementara itu, perusahaan asal Indonesia yang turut membekingi Grab ialah Djarum, Emtek, dan Sinar Mas.
Menurut Nasdaq, angka pendapatan kotor dan PIPE yang dicatatkan Grab ini menjadi yang terbesar yang pernah dicetak perusahaan asal Asia Tenggara, ketika debut di pasar saham AS.
IPO didorong performa bisnis
Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari lama resmi Grab, keputusan Grab untuk melantai di bursa saham AS didorong oleh performa bisnis yang prima di tahun 2020, meski diwarnai dengan pandemi Covid-19.
Kala itu, perusahaan asal Singapura ini mencatat pendapatan sekitar 12,5 miliar (sekitar Rp 183 triliun) sepanjang tahun 2020, meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.
Pada 2021 ini, performa bisnis Grab juga dialporkan mencetah hasil yang baik. Misalnya dari aspek Gross Merchandise Value (GMV), akumulasi nilai pembelian dari pengguna melalui aplikasi Grab.







