KEJAM, Truk Junta Myanmar Tabrak Pedemo Lalu Tentara Menembaki, Diklaim 3 Orang Tewas Seketika

KALIMANTANLIVE.COM – Tiga orang dinyatakan tewas, sebuah sebuah truk junta militer Myanmar meluncur ke demonstrasi damai dan dilaporkan menabrak orang-orang.

Dalam sebuah unggahan video di media sosial, truk militer kecil menyasar gerombolan pendemo dengan cepat dari arah belakang lalu menabrak dengan sadis.

Demonstrasi ini dilakukan untuk memprotes penolakan pemerintahan junta militer di negara itu.

“Mobil (truk militer) itu menuju ke sini. Tolong kami! (Truk) itu menabrak anak-anak kecil. Oh! Mati! Lari! Lari!,” berbagai pernyataan ini terdengar dalam video tersebut, dikutip dari Associated Press.

Video itu juga memperlihatkan banyak masyarakat lari menjauh dari tempat ‘penabrakan’ ini.

Seorang saksi juga menyampaikan kepada Associated Press kalau pedemo hanya berada di jalan selama dua menit, sebelum truk militer menabrak mereka.

Akibat kejadian ini, sebanyak tiga orang tergeletak tak bergerak.

# Baca Juga :UPDATE Teror di Papua, KKB Pimpinan Lamek Taplo Diduga Bakar SMA 1 Oksibil, Kapolres Sebut Sengaja Minta Ditembaki

# Baca Juga :MIRIS Ibu Muda Diancam Lalu Diperkosa Berkali-kali Oleh Teman Suami, Bahkan di Samping Anak yang Lagi Tidur

# Baca Juga :UPDATE Erupsi Semeru: Korban Jiwa 14 Orang, 2.970 Rumah dan 13 Fasilitas Umum Rusak

# Baca Juga :Kabupaten Tanahlaut Dilanda Banjir Rob, 4 Desa di Kecamatan Bumimakmur Desa Terendam, Pantaiharapan Terparah

“Setidaknya lima tentara bersenjata keluar dari kendaraan dan mengejar para protestan,” kata saksi itu.

“Mereka melepaskan tembakan dan juga menangkap remaja yang tertabrak oleh mobil itu. Setidaknya sepuluh orang ditangkap,” tambahnya.

Kendati demikian, kematian akibat penabrakan ini masih belum dikonfirmasi.

Kejadian ini terjadi di Kyimyindaing, Yangon pada Minggu (5/12).

Pawai ini merupakan salah satu bagian dari tiga pawai lain yang diselenggarakan di wilayah itu.

Sekitar 30 orang mengikuti pawai ini, menurut seorang anggota Pemogokan Rakyat Yangon, kelompok perlawanan lokal yang mengatur acara pawai.