UPDATE Erupsi Gunung Semeru, Ahli Goelogi Sebut karena Berbagai Faktor Ini

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Gunung Semeru memutahkan awan panas yang mengakibatkan 14 orang tewas, puluhan luka bakar dan ribuan rumah rusak berat.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Eko Budi Lelono mengungkapkan penyebab Gunung Semeru erupsi pada Sabtu (4/12/2021) lalu.

Eko mengatakan kemungkinan erupsi Gunung Semeru disebabkan faktor eksternal seperti curah hujan tinggi, yang memicu bibir lava runtuh sehingga terjadi erupsi.

Hal itu dinilai Eko lantaran aktivitas suplai magma dan material sepanjang November dan 1-3 Desember tidak mengalami perubahan signifikan. Catatan kegempaan juga dikatakan relatif rendah.

“Kelihatannya memang ada kaitan dengan curah hujan tinggi, sehingga menyebabkan runtuhnya bibir lava itu sehingga memicu adanya erupsi, atau ada guguran awan panas,” ungkap Eko dalam konferensi pers dilansir dari Antara, Sabtu (4/12).

# Baca Juga :UPDATE Erupsi Semeru: Korban Jiwa 14 Orang, 2.970 Rumah dan 13 Fasilitas Umum Rusak

# Baca Juga :Semeru Erupsi, Ketahui Risiko Penyakit akibat Letusan gunung Berapi dan Pencegahannya

# Baca Juga :Update Gunung Semeru Meletus : 13 Warga Meninggal Dunia, Puluhan Rumah Rusak di Lumajang

# Baca Juga :Gunung Semeru Meletus : 1 Orang Meninggal, Wabup Lumajang Minta BNPB Kerahkan Heli Evakuasi Warga

Eko mengatakan dari sisi kegempaan di sekitar lokasi relatif rendah. Menurutnya tidak ada asosiasi dengan peningkatan supply magma atau batuan permukaan.

Lebih lanjut Eko menilai sebetulnya tidak ada aktivitas Gunung Semeru yang berlebihan. Dari kegempaan yang memperlihatkan adanya supply magma disebutnya relatif biasa saja seperti sebelum-sebelumnya.

“Dari sisi kegempaan ini relatif rendah, tidak ada asosiasi dengan peningkatan adanya supply magma atau batuan permukaan. Aktivitas Gunung Semeru ini sebetulnya tidak ada aktivitas yang berlebihan dari kegempaan yang memperlihatkan adanya supply magma itu relatif biasa saja seperti sebelum-sebelumnya,” kata Eko.

Sebelumnya petugas di Pos Pengamatan Gunung Semeru yang berada di Dusun Poncokusumo melaporkan kejadian guguran awan panas mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 mm.