“Kemudian untuk perkembangan data korban luka berat di RSUD dr Haryoto berjumlah 8 orang, RSUD Pasirian 16 orang, RS Bhayangkara 3 orang, Puskesmas Penanggal 8 orang,” ujar Abdul.
Jumlah korban luka berat sebanyak 35 orang. Sedangkan korban luka ringan berjumlah 21 orang.
Dari data yang disampaikan, disimpulkan bahwa total korban yang mengalami luka ringan hingga berat berjumlah 56 orang.
“Angka ini juga berkurang dari rilis yang kita keluarkan tadi siang berjumlah 69 orang,” ujar Abdul.
Data sebanyak 56 orang ini merupakan hasil dari informasi langsung dari olah BNPB dan tim yang sedang meninjau korban di beberapa lokasi.
1.300 orang mengungsi
Di sisi lain, BNPB juga memaparkan untuk jumlah masyarakat yang terdampak debu vulkanik di 8 kecamatan, yakni 5.205 jiwa, dengan data 1.300 jiwa berada di pengungsian.
Abdul mengatakan, angka ini juga bertambah dari keterangan resmi yang diumumkan pada Minggu (5/12/2021) pukul 12.00 WIB, yakni 902 jiwa.
Adapun sebanyak 1.300 orang yang mengungsi merupakan informasi langsung dari kepala BNPB yang berada di lokasi terdampak di Kabupaten Lumajang.
“Dari jumlah tersebut masih ada 9 jiwa status pendataan korban, apakah hilang atau korban meninggal, masih dalam pendataan, kita belum menerima informasi detailnya,” ujar Abdul.







