LUMAJANG, KALIMANTANLIVE.COM – Pagi tadi pada Senin (6/12/2021) sekitar pukul 09.00 WIB, Gunung Semeru kembali memuntahkan awan panas.
Gumpalan awan pekat kecoklatan membumbung dari gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu.
Melihat gumpalan awan panas, warga Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, lari berhamburan ketakutan.
“Ayo, ayo cepat, bahaya ini,” kata salah satu warga, Sofa Marwa (38).
Sofa Marwa mengaku ingin mengungsi karena merasa bahaya dengan erupsi tersebut.
# Baca Juga :GUNUNG Semeru Meletus di Lumajang Jawa Timur, Hampir Semua Media Jepang Beritakan
# Baca Juga :UPDATE Erupsi Gunung Semeru, Ahli Goelogi Sebut karena Berbagai Faktor Ini
# Baca Juga :UPDATE Erupsi Semeru: Korban Jiwa 14 Orang, 2.970 Rumah dan 13 Fasilitas Umum Rusak
# Baca Juga :Semeru Erupsi, Ketahui Risiko Penyakit akibat Letusan gunung Berapi dan Pencegahannya
Warga lainnya, Dedi Afandi (30), juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, awan pekat dari erupsi Semeru sangat berbahaya.
“Erupsinya turun lagi, besar, lari-lari,” katanya.
Dedi mengaku akan menuju ke lokasi pengungsian.
“Lari ke pengungsian,” katanya.
Pantauan di lokasi, warga berlari melihat awan pekat dari Gunung Semeru. Sebagian warga berlari menuju tempat aman, lainnya terlihat mengendarai sepeda motor.
editor : NMD
sumber : kompas.com









