Novel Baswedan Cs Mau Jadi ASN Polri, Bekerja di Bidang Pencegahan Korupsi, ICW: TWK Motif Balas Dendam

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Karena gagal tes wawasan kebangsaan (TWK), akhirnya puluhan eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima tawaran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi ASN Polri.

Setelah jadi ASN, nantinya eks pegawai KPK akan bertugas di bidang pencegahan, termasuk mantan penyidik Novel Baswedan.

Mantan-mantan pegawai KPK itu telah mengikuti sosialisasi terkait pengangkatan khusus sebagai ASN di Korps Bhayangkara pada Senin (6/12). Mereka tinggal mengikuti uji kompetensi atau asesmen untuk penempatan tugas.

“Saya kira hal-hal yang disampaikan pak Kapolri memang masalah strategis dalam hal upaya pemberantasan korupsi dari terutama sektor pencegahan, (bertugas di Polri) terkait pencegahan,” kata Novel Baswedan kepada wartawan usai kegiatan sosialisasi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (6/12).

# Baca Juga :PECAHKAN Rekor Tercepat, Akun Instagram V BTS Dapat 10 Juta Followers, Padahal Belum 24 Jam

# Baca Juga :ATURAN Baru Bikin SIM C, Dibagi 3 Golongan dan Catat Biaya Resmi untuk Bulan Desember 2021

# Baca Juga :Baim Wong Sakit Gara-gara Jatuh dari Motor, Ayah Kiano Harus Sering ke RS, Dokter Temukan Masalah Bagian Lengan

# Baca Juga :Warga dan Relawan Berjaga-jaga Antisipasi Dampak Banjir Rob di Batola, Air Pasang Masih Tinggi

Novel mengatakan kesempatan tersebut merupakan jalan untuk tetap berjuang dalam sektor pemberantasan korupsi.

Dia menyadari dirinya lebih ideal bertugas di sektor penindakan, sebagaimana tugasnya selama ini. Namun demikian, ia harus tetap menerima tawaran tersebut agar tetap bisa melakukan perjuangan anti rasuah di Indonesia.

“Kalau bicara ideal, mestinya ideal ketika kami bisa melakukan tugas sebagaimana kompetensi tepatnya pada kami. Tapi tentunya, kami akan melakukan upaya bisa berkontribusi lebih besar ya,” tambah Novel yang juga dikenal sebagai mantan polisi itu.

Novel mengaku menerima tawaran bertugas di sektor pencegahan Polri karena melihat upaya pemberantasan korupsi di komisi antirasuah semakin terkikis.

“Belakangan ini masalah korupsi, fenomena korupsi banyak terjadi. Bahkan bisa dikatakan masif banyak dan nilainya pun semakin lama kalau kita lihat semakin besar-beasr ya,” kata dia.