PALANGKARAYA, KALIMANTANLIVE.COM – Seperti prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tjilik Riwut Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam beberapa hari kedepan Provinsi Kalteng berpotensi untuk diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Curah hujan yang mengguyur Kalteng dalam beberapa hari kedepan diperkirakan masih cukup tinggi dan warga yang tinggal di daerah langganan banjir diminta tetap waspada.
Kondisi curah hujan yang lebat tersebut berpotensi akan terjadinya banjir susulan terutama pada kawasan yang rawan terjadi banjir.
Seperti pantauan, Rabu (8/12/2021) hujan terjadi semalaman di KotaPalangkaraya dan berhenti subuh menjelang pagi.
Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran mengimbau, kepada seluruh bupati dan wali kota se Kalimantan Tengah untuk tetap meningkat kewaspadaannya, terhadap adanya kemungkinan yang akan terjadi hujan lebat dan kerawanan terjadi banjir.
# Baca Juga :Dibawa Perempuan Naik Mobil Travel, 2 Kilogram Sabu Disita Polres Lamandau Kalteng, 3 Tersangka Diamankan
# Baca Juga :Lewati Batas Jam Operasional Masa Level 2 PPKM, Sejumlah THM di Palangkaraya Kalteng Dipaksa Tutup
# Baca Juga :Polwan di Kalteng Dipukul Prajurit TNI saat Lerai Keributan, Danrem Sebut Damai, Panglima TNI: Segera Diproses
# Baca Juga :Maut Merenggut Nyawa Tiga Lelaki Buntok Barsel Kalteng Usai Pesta Miras Oplosan
“Kalimantan Tengah masih berpotensi untuk terjadi hujan lebat. Saya minta masing-masing kabupaten dan kota, agar tetap waspada. Siagakan perlengkapan dan personel, untuk skenario jika terjadi banjir dadakan,” ujatnya.
Orang nomor satu di Kalteng ini, meminta seluruh pemerintah daerah menyiagakan pusat pengendalian operasi (Pusdalops), untuk memaksimalkan pengawasan dan melakukan pemetaan terhadap daerah rawan terjadi banjir.
“Pusdalops daerah harus rutin memberikan laporan tentang kondisi terkini curah hujan maupun debit air sungai. Apabila diperlukan, dapat menetapkan status darurat bencana dan membentuk posko komando,” jelas H Sugianto Sabran.
Gubernur meminta, bupati dan wali kota melakukan pengelolaan tata air terintegrasi hulu hingga hilir sebagai mengantisipasi terjadinya peningkatan debit air akibat curah hujan tinggi yang memungkinkan masih akan terjadi.
H Sugianto Sabran, kesiapan infrastruktur, sarana, dan prasarana pengendalian dan penanganan bencana juga harus dipastikan. “Masing-masing pemerintah daerah diminta untuk mengoptimalkan sumber daya manusia, logistik, dan peralatan untuk penanganan kondisi darurat bencana,” katanya.









