Tak Hadiri Rapat dengan DPRD Kalsel, PT Chonch dinilai Melecehkan Rakyat Kalsel, Supian HK Kecewa

Menurut Supian HK, semestinya PT Conch ada mengirim wakil atau memberitahu alasan ketidakhadiran mengingat rapat tersebut terkait keluhan masyarakat dari Banua Enam atas kerusakan jalan yang ditimbulkan armada angkutan semen perusahaan PMA tersebut.

Sebelumnya mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran PT Conch, Supian HK membacakan beberapa aspirasi masyarakat Banua Enam, terkait keberadaan pabrik semen di Tabalong tersebut, antara lain keluhan warga masyarakat jalanan cepat rusak seiring keberadaan pabrik semen tersebut.

BACA JUGA:
Angkutan Tambang Dikuasai Bukan Penduduk Lokal, OPTT Kalsel Mengadu ke Dewan

BACA JUGA :
Kantor Imigrasi Banjarmasin Deportasi 20 WNA di Kalsel, Langgara Izin, Terbanyak Asal China

Diduga kapasitas angkutan melebihi daya beban jalan di Kalsel yang hanya kelas III atau maksimal delapan ton. Sementara angkutan semen PT Chonc tersebut bisa mencapai 50 ton.

“Kita Kalsel pada prinsipnya terbuka untuk investasi. Tapi tolong perhatikan juga daerah, seperti turut serta memperbaiki jalan yang rusak atau untuk kemaslahatan Banua,” katanya, sebelum meninggalkan rapat karena ada kesibukan.

RDP tetap berlanjut dipimipn Ketua Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalsel H Sahrujani membicarakan solusi terbaik untuk Banua terkait keberadaan investor padat modal.

Selain anggota Komisi III dan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga hadir sejumlah pejabat terkait tingkat provinsi itu antara lain Polda, Dinas Perhubungan, BIN serta Balai Pelaksana Jalan Nasional.

Sahrujani mengatakan, pihaknya akan mengeluarkan rekomendasi hasil RDP terkait permasalah PT Chonc.

“Salah satu poin rekomendasinya, mengapa pabrik semen di Tarjun, Kotabaru, dari awal tidak ada permasalahan padahal jauh lebih lama dari PT Conch yang baru 10 tahun beroperasi,” ujarnya.