KALIMANTANLIVE.COM – Seorang wartawan untuk Reuters di Filipina tewas setelah mendapatkan luka tembakan di kepala.
Wartawan Filipina yang pernah meraih penghargaan Pulitzer meninggal dunia setelah ditembak oleh sejumlah penyerang tak dikenal.
Penembakan dilaporkan terjadi di dalam toko yang terletak di dekat rumah sang wartawan.
Tepatnya berada di kota Calbayog, Provinsi Samar, Filipina pada Rabu (8/12) waktu setempat.
Dilansir AFP, Kamis (9/12/2021), pernyataan Persatuan Nasional Jurnalis Filipina (NUJP) via Facebook menyebut wartawan yang tewas tersebut bernama Jesus Malabanan.
# Baca Juga :Masuk Rumah Hantu, Remaja Asal Malaysia Tewas Kena Serangan Jantung, Dokter Temukan Jantung Korban Berlubang
# Baca Juga :FAKTA Terbaru Guru Pesantren di Bandung Perkosa 12 Santriwati, 9 Bayi Dilahirkan, Korban ke-12 Lahirkan 4 Bayi
# Baca Juga :Covid-19 Gerogoti Timnas Malaysia, Sudah 4 Pemain Positif, Pemain Jalani Karantina Selama 10 Hari
# Baca Juga :HASIL Napoli vs Leicester City Liga Europa: Leicester Tersingkir, Napoli Bisa Lawan Barcelona
Laporan media lokal Filipina, Inquirer.net, yang mengutip istri Malabanan, Mila, menyebut penembakan terjadi di dalam toko milik mereka di Calbayog, Samar bagian Barat. Peristiwa ini terjadi pada pukul 18.00 waktu setempat.
Sang istri menuturkan bahwa Malabanan tewas seketika akibat luka tembak di bagian kepala. Mil mengatakan dirinya tengah menonton tv ketika terdengar suara tembakan.
Menurutnya, suara tembakan tersebut terdengar dari jarak dekat. Namun dia mengaku tidak melihat pelaku karena kondisi yang gelap.
“Kami sedang menonton televisi ketika terdengar suara tembakan dari jarak dekat. Saya tidak melihat pria bersenjata itu karena sudah gelap,” tutur Mila.
Belum diketahui secara jelas motif di balik penembakan ini. Para pelaku yang menewaskan Malabanan juga masih misterius.
Pihak kepolisian Calbayog sendiri menolak untuk memberikan informasi detail, terkait pembunuhan Malabanan ini saat dihubungi AFP.







