Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menyampaikan, terkait persoalan yang sering dialami pelaku UMKM di Kalsel khususnya di Tanah Bumbu adalah persyaratan.
Terlebih, permodalan untuk kembali menggeliatkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor dari bisnis tersebut.
“Kami selalu mendorong dan mendukung. Ketika, di Komisi II DPRD Kalsel melakukan sharing dengan Bank Kalsel selalu ditekankan untuk dipermudah karena apabila tidak didukung dengan permodalan yang cukup saya rasa akan susah untuk berkembang,” imbuhnya.
Dia menilai apabila Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) ini tidak didukung penuh dengan bantuan permodalan. Justru, membuat efektifitas pertumbuhan terhadap ekonomi yang digarap melalui sektor ini dipastikan menurun.
“Dengan dibantu permodalan dan angka kreditnya juga tidak menyusahkan. Jelas, harus dipermudah jangan malah nantinya dipersulit,” ucapnya orang akrab yang disapa Paman Yani itu.
Apalagi, diakui Paman Yani, masa pandemi ini harusnya bisnis di sektor UMKM perlu mendapat dorongan penuh. Sehingga, dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat mampu terjamin pasti.
“Sebelumnya, kami juga sempat membicarakan hal ini dengan bank berskala nasional. Yang tentu, diharapkan bunganya juga kecil,” ungkap Wakil Ketua Fraksi dari Partai Golkar di DPRD Kalsel tersebut.










