Oknum Polisi Berpangkat Bripka Diduga Hamili Istri Tahanan Narkoba, Ancam Pindahkan Suami ke Nusa Kambangan

KALIMANTANLIVE.COM – Seorang anggota polisi Bripka IS (39), dilaporkan ke Propam Polda Sumsel karena diduga telah menjalin hubungan terlarang dengan istri tahanan.

Bahkan akibat perbuatan oknum polisi bertugas di Satreskrim Polres Lahat, sampai-sampai istri tahanan yang bernisial IN (20) hamil 2 bulan.

IN adalah istri FP (59), tahanan kasus narkoba di LP Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir.

Peristiwa ini dilaporkan FP ke Propam Polda Sumsel karena berharap Bripka IS mendapat sanksi tegas atas perbuatannya.

# Baca Juga :BREAKING NEWS Artis BJ Ditangkap Polisi Diduga Terlibat Narkoba, Ini Daftar Artis Jadi Budak Narkotika

# Baca Juga :VIRAL Video TikTok Kacang Ijo vs Cokelat, Polisi dan Bhayangkari Gadungan Tak Diproses Hukum, Ini Alasan Petugas

# Baca Juga :VIDEO Viral Siswa SMA Menangis Kesakitan Jadi Korban Salah Tangkap dan Dipukuli Oknum Polisi di Palu

# Baca Juga :Polisi Temukan Tisu Ada Bercak Darah Sekitar Tubuh Lelaki yang Ditemukan Meninggal Dunia

“Bahkan dari pengakuan IN, setelah dua minggu dari perbuatan itu, dia positif hamil. Sekarang usia kandungnya memasuki sekitar 2 bulan,” kata kuasa hukum FP, Feodor Novikov Denny SH didampingi M Zully AP SH saat mendatangi Polda Sumsel, Jumat (10/12/2021).

Feodor mengatakan, dari pengakuan IN, hubungan tersebut dilakukan di bawah tekanan.

IN menyebut, Bripka IS mengancam akan memindahkan tempat penahanan suaminya ke Nusa Kambangan.

“Selain itu, urusan klien kami selama berada di tahanan juga akan dipersulit. Itu dari pengakuan IN,” ujarnya.

Masih dari pengakuan IN, awal mula perkenalan dirinya dengan Bripka IS setelah istri oknum polisi itu menggadaikan surat tanah kepadanya.

Komunikasi lalu terjalinnya antar keduanya hingga Bripka IS mengajak IN untuk pergi ke Palembang dengan alasan jalan-jalan.

“Jadi mereka ini pergi berlima. Termasuk IN dan Bripka IS. Mereka pergi jalan-jalan, terus makan di Jakabaring (Palembang). Setelah makan, alasannya karena kemalaman jadi mereka diajak booking kamar hotel di Jakabaring. Antara mereka memang pesan kamar berbeda. Tapi di sana lah terjadi tindakan tidak pantas itu,” ucapnya.

Kejadian tersebut diketahui suami IN yang masih mendekam di penjara setelah ada orang yang melaporkan peristiwa ini.