WASPADA! 27 Wilayah Alami Hujan Lebat, Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Sabtu 11 Desember 2021 dari Jakarta hingga Maluku

KALIMANTANLIVE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di 32 wilayah Indonesia untuk hari ini Sabtu, 11 Desember 2021.

Peringatan dini cuaca ekstrem BMKG Sabtu (11/12/2021), ada 27 wilayah akan mengalami hujan lebat disertai kilat/petir dan angin.

Hujan berintensitas lebat yang disertai kilat/petir hingga angin kencang diperkirakan akan mengguyur 27 wilayah di Indonesia.

27 Wilayah tersebut di antaranya Jawa Tengah, Jawa Barat, Maluku, Banten dan Gorontalo.

# Baca Juga :WASPADA Cuaca Kalsel Kamis 9 Desember 2021, BMKG: Hujan Petir Landa 7 Wilayah dari Banjarmasin hingga Tanjung

# Baca Juga :Gubernur H Sugianto Minta Kepala Daerah Tetap Waspada Banjir, BMKG: Kalteng Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

# Baca Juga :Begini Kondisi Cuaca di Kalsel Hari Ini Selasa 8 Desember, BMKG: Cuaca Ekstrem di 26 Wilayah di Indonesia

# Baca Juga :PERINGATAN Dini Cuaca Selasa 7 Desember 2021, BMKG: 28 Wilayah Termasuk Kalsel Diguyur Hujan Lebat, Angin dan Petir

Sementara hujan berintensitas sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang diprediksi akan mengguyur 5 wilayah di Indonesia, antara lain yakni Bali, DKI Jakarta, dan Yogyakarta.

Berdasarkan informasi pada laman web.meteo.bmkg.go.id, Deputi Bidang Meteorologi menyampaikan Sirkulasi Siklonik terpantau di Laut Sulawesi-Utara Kalimantan, perairan Barat Lampung, di Samudera Hindia sebelah Barat Australia dan di Laut Arafuru yang membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di Laut Sulawesi, di Utara Kalimantan, di Kalimantan Barat, di perairan Barat Bengkulu, perairan Selatan Jawa Timur dan di NTT.

Daerah konvergensi lainnya juga terpantau memanjang di Selat Malaka, Aceh, dari Sumatera Utara hingga Sumatera Barat, dari perairan Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, di perairan selatan Jawa Timur, dari Selat Makassar hingga Sulawesi Tengah, di Maluku, dan dari Papua Barat hingga Papua serta daerah pertemuan angin (konfluensi) yang terpantau di Laut Jawa bag Barat, Kalimantan bagian Selatan, Selat Makassar dan Laut Maluku.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan