KALIMANTANLIVE.COM – Saat ini peneliti Jepang sedang mengembangkan teknologi terbaru dalam masker.
Masker ini untuk mencegah infeksi virus corona atau Covid-19.
Masker memang masih jadi senjata andalan selain vaksin dan protokol kesehatan lainnya.
Mereka membuat masker yang bisa bercahaya di bawah sinar ultraviolet saat terpapar Covid-19.
Penemuan oleh Yasuhiro Tsukamoto dan timnya di Universitas Prefektur Kyoto di Jepang barat ini disebut bisa menjadi cara pengujian virus berbiaya rendah di rumah.
# Baca Juga :BREAKING NEWS – Siwon Super Junior Positif Covid-19, Sudah Vaksin Dua Kali pada September
# Baca Juga :Covid-19 Gerogoti Timnas Malaysia, Sudah 4 Pemain Positif, Pemain Jalani Karantina Selama 10 Hari
# Baca Juga :Perlambat Penyebaran Varian Covid-19 Omicron, Inggris Terapkan Aturan Baru untuk Pelancong
# Baca Juga :WHO Beberkan Fakta Covid-19 Omicron, Gejala Ringan Tak Ada Laporan Kematian
Peneliti menggunakan antibodi burung unta untuk membuatnya bercahaya.
Mereka memulai dengan membuat filter masker yang dilapisi dengan antibodi burung unta yang menargetkan virus corona.
Hal ini berdasarkan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa burung unta punya ketahanan tinggi terhadap penyakit.
Mengutip Reuters, dalam sebuah penelitian kecil, subjek uji mengenakan masker, dan setelah delapan jam, filter dilepas dan disemprot dengan bahan kimia yang bersinar di bawah sinar ultraviolet jika ada virus.
Filter yang dikenakan oleh orang yang terinfeksi COVID-19 bersinar di sekitar area hidung dan mulut.
Tim berharap dapat mengembangkan masker lebih lanjut sehingga akan bersinar secara otomatis, tanpa pencahayaan khusus, jika terdeteksi virus.
Tsukamoto sendiri mengklaim bahwa dia sudah membuktikan sendiri manfaat masker tersebut ketika dia terpapar covid-19 dan masker tersebut memang bersinar di bawah sinar ultraviolet.
editor : NMD
sumber : CNN Indonesia










