kalimantanlive.com – Puluhan nyawa melayang serta gedung porak poranda setelan tornado menerjang lima negara bagian Amerika Serikat pada Sabtu (11/12) malam.
Setidaknya 70 orang tewas di Negara Bagian Kentucky.
Kota Mayfield di Kentucky barat merupakan pusat dari tornado. Wilayah tersebut mengalami kerusakan yang sangat parah.
Rumah dan gedung terkoyak, fasilitas umum rusak, pepohonan hancur dan batu bata berserakan di jalanan.
Kondisi tersebut tergambar berdasarkan foto dan video yang beredar di media sosial.
“Kami cukup yakin bahwa kami akan kehilangan lebih dari 50 orang Kentuckian. Saya sekarang yakin bahwa jumlah itu menyentuh 70. Bahkan mungkin berakhir melebihi 100 (korban) sebelum menutup hari,” kata Gubernur Andy Beshear di Mayfield, dikutip dari AFP.
BACA JUGA: Bayi Perempuan Berumur Dua Hari Ditemukan di Semak-semak di Sampit, Tubuh Dipenuhi Serangga
Salah satu lokasi yang memakan banyak korban yakni ambruknya atap sebuah pabrik di Mayfield.
Belum disebutkan berapa jumlah pasti korban di lokasi ini.
Selain itu, korban tewas lainnya ditemukan di sebuah panti jompo di Kota Arkansas, Monette.
Lalu di kota-kota Missouri dan Tennessee juga terdampak tornado tersebut.
Presiden Joe Biden mentweet bahwa tornado telah menimbulkan “tragedi yang tak terbayangkan” di daerah itu dan berjanji untuk memberikan semua bantuan federal yang dibutuhkan.
Gubernur Andy Beshear telah mengumumkan keadaan darurat dan mengatakan sejumlah petugas pencarian dan penyelamatan telah dikerahkan mengevakuasi warga terdampak.
Akses listrik 200.000 rumah di Kentucky dan Tennessee dilaporkan terputus.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan bahwa tornado yang menghantam lima negara bagian termasuk Kentucky merupakan tragedi yang tak terbayangkan.
“Kehilangan orang yang dicintai dalam badai seperti ini adalah tragedi yang tak terbayangkan. Kami bekerja dengan Gubernur untuk memastikan mereka memiliki apa yang mereka butuhkan saat pencarian korban selamat dan pendataan kerusakan terus berlanjut,” kata Biden di Twitter, sebagaimana dikutip dari AFP, Minggu (12/12).
Biden menyebut saat ini tengah dilakukan penilaian kondisi dan pendataan usai tornado menghantam. Baik terhadap dampak kerusakan hingga korban jiwa.
BACA JUGA: 200 Ton Ikan di Danau Maninjau Sumbar Mati Mendadak, Terungkap akibat Masalah Ini
Setidaknya enam pekerja Amazon.com Inc tewas di sebuah gudang dekat St Louis ketika tornado dahsyat menghantam wilayah tersebut pada Jumat (10/12) malam.
Tornado merobek atap dan menghancurkan dinding gudang menjadi puing-puing.
Proses evakuasi berjalan dramatis.
Sebab sebelumnya puluhan pekerja terjebak di reruntuhan gudang tersebut.
Kepala pemadam kebakaran setempat, James Whiteford, mengatakan 45 orang berhasil keluar dengan selamat pada Sabtu (11/12) sore.
Namun, dia mengatakan enam orang dipastikan tewas, dan memperkirakan upaya pemulihan akan berlangsung setidaknya dalam tiga hari ke depan.
Pengemudi truk Amazon, Emily Epperson (23) mengatakan dia cemas menunggu informasi tentang keberadaan rekan kerjanya Austin McEwan. “Kami sangat khawatir,” kata dia, dikutip dari Reuters.
(M Khaitami/kumparan)







