JAKARTA, Kalimantanlive.com – Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kalsel Dr H Abdul Hasib Salim MAP tampil sebagai pembicara pada Seminar Nasional Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Dewan Pertimbangan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Selasa (14/12/2021).
Seminar Nasional dalam rangka Silaturahmi Nasional Mahkamah Kehormatan Dewan DPR-RI dengan Tema: Evaluasi Kinerja Internal Penegakan Etika Kelembagaan Parlemen tersebut digelar di Hotel Bidakara Jakarta, pada 13-15 Desember 2021.
Seminar dibuka oleh Ketua MKD DPR RI Aboe Bakar Al-Habsy. Sebagai pembicara kunci (keynote speaker) adalah Ketua DPR RI Puan Maharani.
BACA JUGA: |
Pengesahan Raperda APBD 2022 Hanya Dihadiri Ketua dan 9 Anggota DPRD Kalsel, 12 Orang via Zoom
BACA JUGA:
Tak Hadiri Rapat dengan DPRD Kalsel, PT Chonch dinilai Melecehkan Rakyat Kalsel, Supian HK Kecewa
Dr H Abdul Hasib Salim yang tampil sebagai pembicara seminar nasional MKD membawakan makalah berjudul : Kinerja Kelembagaan Etik Dewan.
Menurut dia, etika publik menjadi aspek yang sangat penting untuk menyelenggarakan pelayanan publik yang optimal kepada masyarakat.
“Perilaku pejabat publik yang nir-etika tidak hanya berimbas pada buruknya kualitas pelayanan publik melainkan bisa menimbulkan tindakan pidana yang merugikan masyarakat,” katanya.

Hasib menyatakan, keberadaan Badan Kehormatan di DPRD Provinsi dengan tugas dan fungsi sebagai Lembaga pengawas DPRD, diharapkan dapat meminimalisir pelanggaran etik di DPRD yang kerap terjadi
Hasib Salim mengatakan, BK diharapkan maksimal dalam memantau dan mengevaluasi disiplinatau kepatuhan terhadap moral, kode etik, dan peraturan tata tertib DPRD dalam rangka menjaga martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas DPRD
BK DPRD Provinsi, jelas Hasib Salim, perlu mengubah mekanisme yang selama ini dilakukan dalam menanggapi dugaan penyimpangan etika anggota DPRD dengan tidak lagi bersifat pasif, tetapi bersifat proaktif







