“Cukup banyak pengunjungnya sampai tak mampu menampung. Kami heran juga, apa sebenarnya yang menjadi daya tarik, ternyata ada pramusajinya (perempuan) dan masih muda belia,” paparnya.
Karena itu pihaknya memanggil orangtua mereka saat pemeriksaan di kantor BNNK Tala di kawasan Jalan Pembangunan, Pelaihari. Langkah itu diharapkan memberi efek jera.
Katamsi menegaskan pihaknya akan terus bergerak ke lapangan dalam upaya menekan kasus peredaran maupun pengguna narkoba di Tala.
“Di mana pun tempat-tempat yang kami nilai berpotensi rawan peredaran atau penyalahgunaan narkoba, bakal kami razia,” tandasnya.
Bahkan meski tidak ada anggaran untuk kegiatan pemberantasan tahun ini, namun tetap bergerak ke lapangan.
“Pada DIPA 2021 kami tak dapat anggaran untuk pemberantasan, artinya kami tidak ada target. Namun kami masih bisa melakukan penangkapan hingga dua kali yakni Mei dan beberapa hari lalu,” sebut Katamsi.
Ia mengatakan pelaku telah pihaknya titipkan ke Polres. Surat Perintah Dimulainya Penyidikan juga telah dikirimkan ke kejaksaan dan kepolisian.
“Sekarang sedang dalam proses penyidikan,” tandasnya didampingi tiga pejabat BNNK Tala.
editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com







