JELANG Timnas Indonesia vs Myanmar Piala AFF 2020- 3 Kegaduhan Sebelum Laga: dari Makanan hingga Karantina Elkan Baggott

Berikut adalah tiga kegaduhan yang mengiringi perjalanan timnas Indonesia di Piala AFF 2020 sejauh ini:

1. Porsi Makanan

Setelah tiba di Singapura pada Kamis (2/12/2021), timnas Indonesia langsung menghadapi masalah yang berkaitan dengan makanan.

Secara khusus, timnas Indonesia mengeluhkan porsi dan nutrisi makanan yang diberikan panitia penyelenggara Piala AFF 2020.

Masalah itu diungkapkan oleh asisten pelatih timnas Indonesia, Nova Arianto.

“Makanan dalam bentuk bento. Kalau dari menu, memang masih sangat kurang dari sisi kuantitas dan protein,” kata Nova kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

“Namun, masalah ini kami sudah dikomunikasikan ke panitia untuk diperbaiki. Harapannya makanan lebih baik karena pemain membutuhkan tenaga untuk latihan dan bertanding,” ujar Nova menambahkan.

Timnas Indonesia bukan satu-satunya tim yang mempermasalahkana makanan dari panitia penyelenggara Piala AFF.

Timnas Vietnam selaku juara bertahan juga mengeluhkan hal serupa.

Pelatih timnas Vietnam, Park Hang-seo, bahkan sampai geram karena panitia tidak menyediakan daging babi.

Menurut Park Hang-seo, panitia seharusnya menyediakan daging babi dan lebih fleksibel menyesuaikan setiap tim ketika mengatur menu makanan.

Sebab, memakan daging babi adalah budaya di Vietnam.

2. Klasemen Piala AFF 2020

Publik sepak bola Indonesia sempat dibuat bingung ketika melihat klasemen Grup B Piala AFF 2020 pada Minggu (12/12/2021) hingga Senin pagi.

Sebab, situs resmi Piala AFF menempatkan timnas Indonesia di peringkat kedua klasemen Grup B, tepat di bawah Vietnam.

Hal itu menjadi pertanyaan karena Indonesia sebenarnya unggul selisih gol atas Vietnam.

Selisih gol timnas Indonesia setelah mengalahkan Kamboja dan Laos adalah +6.

Di sisi lain, selisih gol timnas Vietnam seusai menumbangkan Malaysia dan Laos adalah +5.

Namun, situs Piala AFF 2020 justur menempatkan timnas Indonesia di peringkat kedua di bawah Vietnam.

Berbagai argumen kemudian muncul di kalangan publik.

Banyak yang beranggapan jika Vietnam layak menempati puncak klasemen Grup B karena ada tiga tim yang mengoleksi enam poin.