kalimantanlive.com – Kane Tanaka, lahir pada 2 Januari 1903, kini dia diakui oleh Guinness World Records sebagai perempuan tertua di dunia yang masih hidup.
Dia juga mengalami dua Perang Dunia yang memakan banyak korban jiwa.
Kane Tanaka merupakan perempuan tertua di dunia asal Jepang yang lahir pada tahun yang sama dengan penemu pesawat terbang, Wright bersaudara dan novelis Inggris George Orwell.
Nenek asal Jepang itu pernah mengalami dua kali kanker dalam hidupnya.
Dalam kondisi medis yang mengkhawatirkan, Tanaka malah bisa hidup lebih panjang.
Mengutip Japantimes, dia juga mencetak rekor usia Jepang sepanjang masa pada September tahun lalu pada 117 tahun dan 261 hari.
Saat tinggal di panti jompo di Fukuoka, Tanaka merayakan ulang tahunnya bersama warga lainnya.
BACA JUGA: Tiga Perempuan ini Masuk 50 Daftar Orang Terkaya di Indonesia
Dia biasanya menghabiskan waktunya dengan berolahraga, menghitung dan bermain Reversi.
Dia memiliki nafsu makan yang kuat dan suka makan cokelat dan minum Coke, kata pihak panti jompo.
Saat ditanya tentang rahasia umur panjangnya, Tanaka menjawab, “Makan enak dan belajar.”
Dia mengatakan dia bertujuan untuk hidup sampai 120 tahun.
Cucu Tanaka, Eiji yang sudah berusia 61 tahun mengatakan neneknya itu bisa berhasil menghadapi pandemi Covid-19 dengan sehat dan tenang.
Kane Tanaka tercatat oleh Guinness World Records sebagai orang tertua di dunia.
Rekor sebelumnya dipegang oleh wanita rekan senegaranya Nabi Tajima, seorang penduduk Pulau Kikai di Prefektur Kagoshima, barat daya Jepang, yang meninggal pada April 2018.
Tanaka, lahir sebagai anak ketujuh dari sembilan bersaudara.
Ia tinggal di sebuah panti jompo di Fukuoka di barat daya Jepang.
BACA JUGA: Saudi Izinkan Anak 12 Tahun ke Atas Laksanakan Ibadah Umrah, Ini Cara Mendaftar dan Syarat-syaratnya
Ketika Tanaka menyamai rekor usia Jepang sepanjang masa, ia merayakan prestasi tersebut dengan meminum coke, minuman favoritnya, dan mengenakan kaus bertuliskan foto wajahnya, yang diberikan kepadanya oleh cucunya, Eiji.
Tanaka juga punya kebiasaan baik setiap harinya.
Tanaka bangun pukul 6 pagi, dan belajar matematika di siang hari.
Tanaka juga sering bermain board game untuk melatih otaknya.
Tanaka suka makan biji-bijian olahan, dia jarang makan biji-bijian mentah.
Karena menurutnya dalam proses menanam, biji-bijian disemprot dengan pestisida, sehingga racun akan terkonsentrasi di lapisan terluar.
Kini Tanaka turut merasakan kondisi dunia yang dilanda pandemi COVID-19.
Namun dia masih dalam kondisi sehat walafiat.
(M Khaitami/kumparan)









