KALIMANTANLIVE.COM – Sejumlah warga yang berada di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang panik. Mereka berhamburan keluar rumah menyemalatkan diri.
Hal itu saat Gunung Semeru yang berada di Lumajang, Jawa Timur kembali erupsi dan memuntahkan awan panas pada Kamis (16/12/2021).
Hal ini membuat sejumlah relawan yang melakukan pencarian terhadap korban Gunung Semeru berupaya menyelamatkan diri.
Sementara itu Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan status Gunung Semeru naik dari level II atau waspada menjadi level III atau siaga terhitung sejak Kamis (16/12) malam.
Penetapan status Siaga artinya ada peningkatan seismik yang didukung dengan pemantauan vulkanik lainnya, serta terlihatnya perubahan baik secara visual maupun perubahan aktivitas kawah.
Berdasarkan analisis data observasi, kondisi itu akan berpotensi diikuti dengan letusan utama. Artinya, jika peningkatan kegiatan gunung api terus berlanjut, kemungkinan erupsi besar terjadi dalam kurun dua pekan.
# Baca Juga :UPDATE Korban Tewas Erupsi Gunung Semeru: Ditemukan Lagi 2, Bertambah Jadi 48 Orang
# Baca Juga :UPDATE Erupsi Gunung Semeru: Sepekan Usai Ledakan 45 Tewas, 9 Masih Hilang, 6.573 Warga Mengungsi
# Baca Juga :UPDATE Erupsi Gunung Semeru: Sepekan Usai Ledakan 45 Tewas, 9 Masih Hilang, 6.573 Warga Mengungsi
# Baca Juga :Di Tengah Bencana, Masih Ada yang Tega Curi Kambing Milik Korban Erupsi Gunung Semeru
Relawan Ketakutan dan Berlarian
Dikutip dari Kompas.com, sebuah video yang memperlihatkan sejumlah relawan di Gunung Semeru berlarian beredar di grup WhatsApp dan media sosial pada Kamis.
Terlihat petugas SAR yang mulanya sedang melakukan pencarian terhadap korban mendadak berlari tunggang-langgang.
Video itu diunggah di platform media sosial melalui akun Instagram @Call112surabaya.
Dalam video berdurasi 1 menit tersebut, beberapa orang relawan berbaju oranye berlarian.
Ada pula yang mengendarai kendaraan roda dua dan alat berat.
“Mohon izin selamat pagi, kita di tambang pasir Haji Satuhan, keseluruhan SAR gabungan disuruh balik karena lahar dingin.”








