2 Kalompok Bentrok di Kendari, Taksi Dibakar hingga Sopir Tewas, Polisi Tangkap Piminan Ormas Diduga Menghasut

Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, korban yang meninggal itu merupakan supir pete-pete (angkot) dan tidak terkait dengan pertikaian kedua kelompok.

“Korban yang meninggal dunia adalah korban salah sasaran, korban berprofesi sebagai sopir angkot berasal dari Flores. Korban bukan dari masing-masing kubu, dan tidak terkait dengan masalah kedua kubu,” ungkap Ferry, Senin (20/12/2021) kepada kompas.com.

Menurut Ferry, korban meninggal dunia di kawasan Kendari Beach itu kebetulan melintas saat membawa penumpangnya, dan di saat bersamaan terjadi bentrokan antar kedua kelompok tadi.

Data kepolisian, ada 19 orang terluka dan saat ini tengah menjalani perawatan di 3 rumah sakit berbeda di kota Kendari.

Selain itu, ada 8 orang yang sudah dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus bentrokan yang berujung pada kematian seorang sopir angkot dan rusaknya sejumlah lapak pedagang kaki serta mobil dan motor milik warga.

Ferry menambahkan, bentrokan kedua kelompok itu diawali oleh ketersinggungan dari salah satu kelompok atas pawai atau tindakan dari kelompok yang lain yang melewati daerahnya di kota lama, sehingga keduanya saling serang hingga konfliknya meluas sampai di kawasan Kendari Beach.

editor : NMD
sumber : kompas.com