JAKARTA, Kalimantanlive.com – Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin mengatakan Desa Digital merupakan konsep program yang menerapkan sistem pelayanan pemerintahan, pelayanan masyarakat, dan pemberdayaan berbasis pemanfaatan teknologi informasi.
“Dalam konteks ekonomi, Desa Digital dapat dijadikan sebagai katalisator peningkatan kinerja ekonomi desa dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa,” katanya selaku narasumber pada Kolokium Nasional Smart Village dengan mengusung tema : “Human Resources and Transformation Towarda a World Village”, Minggu (19/12/2021).
Menurut wakil rakyat yang akrab disapa Bang Dhin, program Desa Digital bertujuan untuk mengembangkan potensi desa, pemasaran dan percepatan akses serta pelayanan publik.
BACA JUGA:
Bang Dhin Sumbangkan Platform Digital Kelola Kas, BUMDesa untuk Tiga Kabupaten
BACA JUGA:
Ketua KORMI Pusat Hayono Isman Puji Kiprah Bang Dhin Pimpin IESPA Kalsel dan Majukan Olahraga Daerah
“Pada desa digital direncanakan akan memiliki website dan akun media sosial untuk promosi dan berita, sistem e-commerce serta aplikasi yang sesuai dengan karakter dan potensi ekonomi di setiap desa,” ujar Bang Dhin.
Bang Dhin menyatakan, pembangunan desa akan menantang masa depan dengan kondisi perekonomian daerah yang semakin terbuka dan pola kehidupan masyarakat yang semakin mengikuti tren perubahan dan adaptasi zaman.
Banyak pihak yang mengakui bahwa desa memiliki peran yang besar bagi Kota, namun tetap saja desa masih dipandang belum mandiri dalam hal kemampuan ekonomi atau yang lainnya.
“Kita tahu bahwa sebagian besar penduduk Indonesia berdiam di daerah pedesaan. Oleh karena itu, sewajarnya bila pembangunan pedesaan harus menjadi prioritas utama dalam rencana strategi dan kebijakan pembangunan di Indonesia bahkan bagi Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
Jika tidak, maka jurang pemisah antara kota dan desa akan semakin tinggi terutama dalam hal perekonomian,” kata pria yang biasa disapa akrab Bang Dhin ini.










