VIRAL Video TKI Telantar di Bandara Soekarno Hatta, Berjam-jam Tunggu Antrean ke Wisma Atlet, Pemerintah Siksa Rakyat

TANGERANG, KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah unggahan video yang beredar di aplikasi pengirim pesan WhatsApp menjadi viral.

Video tersebut memperlihatkan sejumlah penumpang internasional di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, terlantar karena menunggu untuk mengikuti karantina kesehatan.

Perempuan yang merekam video menyebut bahwa video itu diambil sekitar pukul 04.00 WIB.

Dia tak menjelaskan hari apa tepatnya video itu diambil.

“Assalamualaikum guys, ini pagi subuh jam berapa nih. Kita belum subuh ya, jam 4.00 WIB ya. Ini kita di Bandara Soekarno-Hatta mau antre karantina di Wisma Atlet,” ujar perekam video, dikutip pada Senin (20/12/2021).

# Baca Juga :Di Tengah Kekhawatiran Covid-19, “Spider-Man: No Way Home”Raup Rp 8,4 miliar

# Baca Juga :Kasus Covid-19 Meningkat, Apple Kembali Tunda Kebijakan Bekerja di Kantor

# Baca Juga :Rumah Sakit Terbesar di Zimbabwe Lumpuh, Ratusan Nakes Tertular Covid-19

# Baca Juga :Selenggarakan Pesta Ulang Tahun Putri Mahkota, Keluarga Kerajaan Belanda Langgar Aturan Covid-19

Dia mengaku sudah menunggu untuk karantina sejak pukul 18.00 WIB pada hari sebelumnya.

Perempuan tersebut menyatakan bahwa proses menunggu karantina kesehatan yang butuh waktu lama itu merupakan cara pemerintah menyiksa rakyatnya.

“Masyaallah udah dari habis maghrib sampai subuh belum juga selesai. Masih ngantre panjang. Tuh guys, ini bener-bener pemerintah penyiksaan nih terhadap rakyat,” urai perempuan itu.

Dalam video itu, dia mengaku seorang turis, sedangkan kebanyakan penumpang pesawat yang sedang menunggu karantina adalah pekerja migran Indonesia (PMI).

“Ini TKI (tenaga kerja Indonesia/PMI) sebagian ya. Yang turis kayak kita-kita sebagian kecil,” ujarnya.

Perempuan itu juga mengungkapkan bahwa terdapat banyak calo yang menawarkan karantina kesehatan di hotel.

Tak tanggung-tanggung, dia mengeklaim bahwa harga yang ditawarkan oleh calo untuk satu penumpang pesawat mencapai Rp 19 juta.