Fajar menyatakan, Kawasan Pegunungan Meratus harus dijaga kelestariannya dan dilindungi sampai ke anak cucu kita, dengan tetap memperhatikan nilai ekonominya bagi penduduk yang hidup di dalamnya, seperti Suku Dayak, lewat Program Geopark.
“Program Geopark, tujuannya dua, selain melindungi dan menjaga kelestarian hewan, pohon dan tumbuhan, juga memberi nilai ekonomis bagi masyarakat yang hidup di dalamnya, termasuk mempertahankan kearifan adat dan budaya masyarakatnya,” jelasnya.
BACA JUGA:
Supian HK Harapkan Pokir DPRD Dapat Dijadikan Landasan Penyusunan RPJMD Kalsel 2021-2026
Keempat, Kawasan berbatasan langsung dengan Ibu Kota Negara, yakni Tabalong, Balangan, HST dan sebelah timur Pegunungan Meratus yakni Cantung dan Semayap.
“Kawasan ini disiapkan sebagai kawasan pendudukung Ibu Kota Negara. Sama seperti Depok, Tangerang, Bekasi di Jakarta,” ujarnya.
Selanjutnya, kelima, Kawasan Ekonomi Khusus (KED) terdiri dari kawasan industri yang sedang dikembangkan, yakni : 1 Kawasan Industri Batulicin; 2. KEK Mekar Putih; 3. Kawasan Industri Jorong; 4. Kawasan Industri Mantuil; 5. Kawasan Industri Saradang Tabalong; 6. KEK Setangga Tanah Bumbu.
“Di sana sudah terbangun pabrik sawit B30. Bahkan salah satu pengusaha lokal Kalsel akan membangun smelter pengolahan nikel,” jelas Fajar Desira.
Menurut dia, kalau smelter nikel terbangun, hal itu sangat luar biasa. “Jika terbangun di Kalsel, selain menyerap 10 ribu tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi di Kalsel akan berkembang sangat pesat,” ujarnya dengan nada optimistis.
Kata Fajar, hal Itu sudah terkait dalam rencana jangka panjang pemerintah Presiden Joko Widodo.
Saat ini, jelasnya, Indonesia sedang berada pada middle income (pendapatan perkapita menengah) di 3 ribu-4 ribu USD per tahun.
Banyak negara-negara yang terjebak pada pendapatan menengah atau disebut perangkap pendapatan menengah (middle income trap), ujarnya.







