Fajar menyebutkan, Presiden Jokowi telah mengkalkulasi, Indonesia pada tahun 2045 atau 100 tahun Indonesia merdeka akan menjadi salah satu dari lima negara maju secara ekonomi dunia, setelah Amerika, Rusia, China, Korea, Indonesia dan negara lain.
“Bagaimana caranya? Pendapatan perkapita Indonesia 3 ribu-4 ribu USD harus menjadi 28 ribu USD per tahun,” katanya.
Fajar menambahkan, Kalsel sekarang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 6,3 persen per tahun.
Jika ingin menjadi bagian dari ini, lanjut dia, Kalsel harus memiliki rencana pertumbuhan ekonomi di atas 6,3 persen per tahun.
“Menilik ke belakang, lima tahun lalu pertumbuhan ekonomi Kalsel hanya di angka 4 – 4,5, karena ekonomi Kalsel hanya mengandalkan sumber daya alam, komiditas mentah,” jelas Fajar Desira.
BACA JGUA:
Ketua DPRD Kalsel Supian HK : Semoga 2022 Covid-19 Melandai dan Musibah Banjir Tidak Terulang
Dia menegaskan, agar ekonomi tumbuh di atas 6,3, diperlukan investasi seperti yang di Tanah Bumbu inilah yang nantinya akan menjadi pendongkrak.
“Kita butuh investasi-investasi lain, smelter nikel, bijih besi, industri hilir CPO, karet, batu bara, pertanian, budidaya perikanan berbasis ekspor. Investasi harus terus kita dorong, itu saja caranya,” lanjut dia.
Pariwisata Geopark, Loksado, Pasar Terapung, yang unik-unik, kata Fajar harus kita dorong agar wisatawan mancanegara datang, bukan hanya lokal.
“Kalau ini terwujud, InsyaAllah pertumbuhan ekonomi Kalsel di atas 6,3 persen per tahun,” ujarnya.
Terakhir, keenam Kawasan Perairan Kalsel yang panjang. Dari selat Makassar hingga ke Laut Jawa.
Terutama potensi di Selat Makassar potensi perikanannya masih sangat besar, apalagi jika bisa dibudidayakan, ditangkap, diolah lalu diekspor,” katanya.
“Itulah konsep pembangunan infrastruktur prioritas Kalsel lima tahun ke depan yang kita jelaskan kepada anggota Pansus 3 DPRD Kalsel,” jelas Fajar.







