Tentu saja, sambung Fajar, dibutuhkan infrastruktur untuk mengembangkan enam kawasan ini. Mulai jalan lintas barat, lintas tengah, Tol Batulicin-Banjarbaru, Bandara Warukin harus dikembangkan sebagai bandara yang bisa didarati pesawat jet, program Geopark hingga pusat digital.
“Karena ke depan digital memegang peran utama dalam pembangunan, bukan sekadar pendukung. Tidak boleh lagi ada blank spot di Kalsel,” katanya.
Fajar menambahkan, infrastruktur saja tidak cukup, kalau tidak kita siapkan tenaga kerjanya. Jangan sampai nanti, ibu kota negara sudah berjalan yang mengisinya minimal ada sekitar 1,5 juta penduduk dengan keterampilan dan potensi bagus, bukan dari luar.
“Karena itulah kita siapkan juga sekolah-sekolah dengan jurusan-jurusan untuk mendukung ibu kota negara juga kebutuhan pembangunan Kalsel dan regional,” katanya.
Rapat kerja Pansus 3 DPRD Kalsel dengan Bappeda dan PUPR Kalsel sebagai tindaklanjut pembahasan Perda RPJMD 2021-2026 dari Pemprov Kalsel.
“Kita mengundang Bappeda dan PUPR Kalsel untuk mengetahui apa saja program prioritas pembangunan infrastruktur yang dimasukkan dalam RPJMD Kalsel lima tahun ke depan,” kata Ketua Pansus Komisi 3 DPRD Kalsel Sahrujani.
Penulis : Eep
Editor : Elpian Achmad








