“Aksi kriminal retail terorganisasi sudah menjadi isu yang kami hadapi selama beberapa tahun. Ini bukan hal baru, tetapi biasanya bukan kekerasan seperti ini. Siang bolong dengan pelanggan dan pekerja masih di dalam toko, ini jadi semakin serius,” terang Presiden California Retailers Association, Rachel Michelin.
Ia curiga aksi kriminal ini berakar pada gembong yang merekrut anak muda via media sosial.
“(Gembong) membayar mereka dengan uang. ‘Hei, kami akan bayar beberapa ratus dollar, kami perlu kamu mencuri beberapa barang ini. Ambil sedikit buat kamu, sisanya buat kami’. Barang-barang itu akan mereka jual lagi.”
Barang-barang curian itu sering kali dijual secara online. Michelin lalu menganjurkan warga waspada saat berbelanja online.
Sementara itu, banyak juga toko yang menginstruksikan pekerja tidak campur tangan jika menghadapi aksi kriminal untuk alasan keamanan.
Sejumlah pihak lalu mempertanyakan kebijakan tersebut.
“Beberapa tahun lalu, waktu mereka larang pegawai toko mencegah pencurian itu awal dari kehancuran,” ungkap seorang pembelanja bernama Shelle Carrol.
“Kalau lunak pada kejahatan, hal ini bakal terjadi.”
editor : NMD
sumber : kompas.com









