KUALA LUMPUR, KALIMANTANLIVE.COM – Setelah tujuh tahun, lokasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH370 menemui titik terang.
Hal itu setelah Andre Milne dari Unicorn Aerospace bersama timnya menemukan obyek yang diduga lokasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH370 di hutan Kamboja.
Seperti diketahui, Pesawat Boeing 777-200ER MH370 hilang dari radar pada 8 Maret 2014, dan menjadi salah satu misteri penerbangan terbesar di dunia.
Bahkan, sebanyak 239 orang penumpang hingga kini tak diketahui keberadaannya, setelah pesawat dengan rute Kuala Lumpur-Beijing itu hilang tanpa jejak.
# Baca Juga :MAU Bercinta dengan Sensasi di Udara? Cukup Carter Pesawat Ini, Tarif 45 Menit Terbang Cuma Segini
# Baca Juga :UPDATE Aturan Naik Pesawat, Tak Wajib PCR Lagi dan Anak Sudah Bisa Terbang
# Baca Juga :Mulai Rabu (3/11/2021) Hari Ini, Warga Bisa Memilih Pakai Antigen atau PCR saat Naik Pesawat
# Baca Juga :HOREE Aturan Naik Pesawat Berubah Lagi, Penumpang Tak Wajib Pakai Tes PCR, Cukup Ini
Menurut penyelidik MH370, Milne menemukan citra satelit dari apa yang ia gambarkan sebagai bekas lokasi jatuh, jauh di dalam hutan Kamboja.
Milne mengatakan kepada express.co.uk, dirinya melakukan pemeriksaan dengan kontaknya di Pentagon AS dan Gedung Putih, dan bermaksud meluncurkan misi helikopter pada awal 2022.
Komunikasi terakhir kru MH370 tercatat di Laut China Selatan, sekitar 38 menit setelah lepas landas.
Tak lama setelah itu, pengendali lalu lintas udara kehilangan jejak pesawat tetapi masih terlacak oleh radar militer selama sekitar satu jam.
Data radar menunjukkan pesawat menyimpang dari rute yang direncanakan dan menghilang sekitar 321 km di barat laut Pulau Penang, Malaysia.
Milne menduga pesawat MH370 jatuh di Kamboja, yang berlokasi di timur laut Malaysia, di antara Thailand dan Vietnam.







