JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pada hari ini, Rabu (22/12/2021), Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU).
Artinya Muktamar NU resmi digelar di Lampung hingga besok, Kamis (23/12/2021), dengan sejumlah agenda.
Namun, pemilihan ketua umum (ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi salah satu isu yang paling disorot publik.
Dalam muktamar ini, digadang-gadang ada dua tokoh yang memiliki basis pendukung kuat bakal menjadi ketum PBNU selanjutnya.
Keduanya adalah Said Aqil Siradj sebagai petahana dan Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya yang kini menjabat Khatib Aam PBNU.
# Baca Juga :FAKTA WNI yang Diminta Bayar Rp 8,2 Juta untuk Karatina, Menunggu Berjam-jam hingga Dimarahi TNI
# Baca Juga :Presiden Jokowi Buka Muktamar NU, Disambut Sholawat Ribuan Nahdliyin Meski Banyak Muktamirin Tak Bisa Masuk
# Baca Juga :JELANG Muktamar NU 2021, Gus Yaqut Ingin Ada Regenerasi, KH Said Aqil: Kalau Saya Kepilih Cari Jajaran Muda
# Baca Juga :RESMI, PBNU Menetapkan Muktamar ke-34 NU saat Nataru, 23 – 25 Desember 2021
Lantas, seperti apa profil singkat dari kedua tokoh yang disebut-sebut menjadi calon kuat ketum PBNU berikutnya? Berikut rangkuman Kompas.com.
Said Aqil Siradj
Said dilahirkan di Cirebon, Jawa Barat, pada 3 Juli 1953. Ia merupakan incumbent atau ketua umum petahana.
Dia menjadi salah satu tokoh yang digadang-gadang menjadi calon kuat ketum PBNU periode 2021-2026.
Tercatat, Said sudah menjabat Ketum PBNU selama dua periode, yakni 2010-2015 dan 2015-2020.
Pada Oktober 2021, Said mengaku mendapat dukungan dari banyak pihak untuk mencalonkan diri kembali memimpin PBNU.
Usai mendapat dukungan, dia menyatakan siap maju kembali sebagai calon ketum pada Rabu (8/12/2021).
Said menuturkan, sejumlah kiai sepuh memintanya kembali memimpin PBNU, antara lain Habib Luthfi, Tuan Guru Turmudzi, KH Muhtadi Dimyati, KH Dimyati Rois, KH Agoes Ali Masyhuri, dan Kiai Bustomi.
“Saya terima permintaan atau perintah dari para kiai sepuh,” kata Said dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu.







